UNAIR NEWS – Pusat Komunikasi dan Informasi Publik (PKIP) 51动漫 (UNAIR) kembali mengadakan Pelatihan Menulis Opini Vol 2. Juneka Subaihul Mufid, Kepala Kompartemen Metropolis Jawa Pos hadir sebagai pembicara. Kegiatan Pelatihan berlangsung di Ruang Kahuripan 301, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C, pada Senin (2/12/2024).
Dalam dunia akademisi, produk-produk inovasi kerap dirancang dengan bahasa yang sangat ilmiah. Sehingga, hasil inovasi dari para akademisi tidak dapat sampai pada seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut tentu menjadi 楶ekerjaan Rumah (PR) bagi para akademisi.
Pelatihan menulis kali ini menjadi bekal agar para akademisi dapat menerjemahkan inovasi dan produk ilmiah lainnya menjadi tulisan yang lebih dekat dengan masyarakat luas. Seperti yang Ketua PKIP UNAIR Martha Kurnia Kusumawardani dr SPKFR(K) sampaikan.

淎rtikel opini ditulis dengan bahasa yang lebih sederhana agar mudah dipahami masyarakat awam. Dengan demikian, produk ilmiah para akademisi dapat lebih mudah aksesnya oleh khalayak luas jika dikemas dalam bentuk opini berbasis pada data penelitian yang sudah ada, terangnya.
Memahami Opini
Untuk dapat menulis sebuah artikel opini, seseorang harus mampu berpikir secara kritis terhadap isu dan persoalan yang ada di masyarakat. Artikel opini kerap dianggap sebagai tulisan yang subjektif. Sebab, memang pada dasarnya, opini berisikan argumen dari seorang penulis.
Oleh karena itu, artikel opini harus terkemas dengan bahasa yang baik. 淏eropini berarti menyampaikan sikap dan pandangan. Menulis opini memerlukan kemampuan berpikir yang kritis untuk mengupas sesuatu di balik fenomena yang ada, ujar Juneka.
Kemudian, Juneka menerangkan pentingnya menggali tema atau isu yang menarik dan relevan. Selain berisikan argumentasi yang kuat, menulis opini juga harus menyertakan solusi terbaik. Sehingga, artikel dapat memberikan dampak bagi masyarakat.
Tips Menulis Opini
Selayaknya menulis artikel berita pada umumnya, opini juga memiliki struktur kepenulisan yang sama. Yakni meliputi judul, lead, tubuh atau isi, dan penutup. Juneka menyampaikan pentingnya membuat judul yang menarik. 淛udul itu harus memikat dan mengundang rasa, karena judul ini yang paling pertama terlihat. Selanjutnya menyusun lead yang menarik sebagai pintu masuk ke tulisan, jelasnya.
Kemudian, pada bagian tubuh atau isi tulisan, penting untuk mencantumkan data dari sumber-sumber yang kredibel. Sehingga, opini tidak hanya berisikan argumen pribadi semata. 淎rtikel yang baik harus memiliki data kredibel yang cukup untuk menguatkan argumen. Data tidak harus berupa angka-angka, tapi juga kejadian atau fenomena lainnya, terang Juneka.
Pada akhir artikel opini, perlu untuk memberikan saran maupun solusi yang dapat membantu mengenai persoalan yang menjadi fokus kajian. Artikel dapat ditutup dengan kalimat yang tak kalah menarik dari kalimat pembuka.
Penulis: Syifa Rahmadina
Editor: Yulia Rohmawati





