51动漫

51动漫 Official Website

Tingkatkan Positioning dan Engagement, Brand Indonesia Klaim Ikuti Paris Fashion Week

Ilustrasi oleh Lifestyle Okezone

UNAIR NEWS Sejumlah brand asal Indonesia yang mengaku tampil dalam pagelaran Paris Fashion Week 2022 tengah mendapat perhatian. Pasalnya, mereka dituding 渉alu dan terkesan membodohi konsumen.

Pakar komunikasi branding asal 51动漫 (UNAIR), menanggapi bahwa fenomena tersebut sebenarnya merupakan cara untuk memperkuat positioning sekaligus meningkatkan engagement.

淩elevan dengan pencitraan merek, tujuan sebenarnya adalah agar bisa dilihat dan dibicarakan oleh kita. Sekaligus menempatkan brand mereka di kancah internasional, utamanya agar dilihat oleh reseller dan konsumen mereka, sebutnya.

Memboyong banyak selebgram ternama, dosen Ilmu Komunikasi UNAIR tersebut menilai metode itu cukup berhasil meningkatkanengagement brand-brandtersebut di media sosial. 淢ereka ingin menciptakan adanyaword of mouth, memberitahufollower brand诲补苍听brand ambassadoryang ikut ke Paris, bahwa mereka sebagai brand Indonesia bisa loh ke Paris, terlepas ituPFWresmi atau tidak, katanya.

Pakar komunikasi branding 51动漫 (UNAIR),. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Mengenai pembodohan konsumen, Dina menyampaikan adanya ketidaksesuaian etika dalam komunikasi. Brand harus dapat memahami batasan etika pemasaran, jika tidak benar maka jangan disampaikan. Tapi kalau ada kesalahpahaman, mari kita lihat apa tindakan yang akan dilakukan brand, apakah meminta maaf atau tidak, jelasnya.

Sebuah brand yang ingin menempatkan positioning, harus mengerti cara dan etikanya. Pakar komunikasi bidang korporat ini menyebutkan, perlakuan yang tidak sesuai justru malah terkesan mengglorifikasi hal-hal yang tidak perlu.

Meski tidak dapat dibenarkan secara etika, Dina menyebutkan bahwa prestasi yang dilakukan brand-brand tersebut patut diapresiasi. 淪aya salut, model bisnis mereka mampu bertahan hingga hari ini, dan memberikan kontribusi positif pada negeri paling tidak dalam menyerap tenaga kerja. Mereka punya keinginan untuk mengembangkan brand asli Indonesia, ujarnya.

Brand harus memahami bahwa media sosial terus memacu penampilan yang terbaik, namun kalau tidak sesuai dengan kenyataannya justru akan melanggar etika pemasaran. 淧encitraan merek itu perlu, memperkuat positioning di mata audiens itu perlu namun harus paham batasannya. Jangan sampai mengglorifikasi dan akhirnya malah menjatuhkan citra brand, sebutnya.

Penulis: Stefanny Elly

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT