UNAIR NEWS – Departemen Minat dan Bakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR menggelar turnamen badminton yang berlangsung pada Sabtu (26/8/2023) dan Sabtu (2/9/2023). Turnamen ini merupakan salah satu rangkaian acara DSTART (Dentistry Sport and Art Competition), sebuah kompetisi bidang olahraga dan seni untuk para mahasiswa.
Berlangsung selama dua hari, peserta turnamen terdiri dari 58 tim dengan 21 tim tunggal putra, 22 tim ganda putra, dan 15 tim ganda campuran. Seluruh tim mengikuti babak penyisihan dan quarterfinal yang berlangsung di GOR Badminton Sudirman pada Sabtu (26/8/2023) lalu. Kedua babak ini kemudian menyisakan empat semifinalis dari masing-masing nomor perlombaan untuk berlaga di babak berikutnya.
淒i hari kedua ini, ada total 12 semifinalis dari ketiga nomor perlombaan berlaga untuk memperebutkan posisi juara 1, 2, dan 3. Hari ini mereka memasuki babak semifinal dan final turnamen, terang Ciptantyo Septyan Akbar Nurrahman, ketua pelaksana DSTART.
Pertandingan semifinal dan final yang berlangsung di GOR Lantai 3 ASEEC Tower Kampus B UNAIR berlangsung dengan seru. Turnamen hari kedua yakni pertandingan ganda putra Andri/Pradit vs Arkan/Taufiqul.

Terdapat momen unik pada pertandingan pembuka ini. Keempat peserta yang merupakan mahasiswa UIN Sunan Ampel menghabiskan total 8 buah shuttlecock selama tiga set pertandingan berlangsung.
Antusiasme Peserta
Antusiasme peserta juga begitu nampak selama pertandingan berlangsung. Bahkan, para suporter pertandingan juga hadir untuk mendukung tim kesayangan mereka. Hal ini tak pelak menambah riuh jalannya pertandingan. Penutupan turnamen yakni pertandingan antara Arkan/Taufiqul dan Putra/Dimas yang berakhir dengan kemenangan Arkan/Taufiqul dengan poin 1-2.
Pertandingan terakhir ini yang juga menjadikan pasangan Arkan/Taufiqul sebagai juara satu tim ganda putra. Sedangkan, juara pertama kelompok ganda campuran oleh pasangan Vano/Nabila dari UIN Sunan Ampel. Arkan dari UIN Sunan Ampel berhasil meraih juara pertama tunggal putra pada turnamen ini.

淒iadakannya turnamen ini sebagai wadah bagi mahasiswa untuk melatih dan mengembangkan soft skill. Juga diharapkan dapat mengembangkan minat dan bakat mereka agar bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan, tutur Ciptantyo. Turnamen ini juga diharapkan dapat menjad batu loncatan untuk berprestasi di jenjang yang lebih tinggi lagi. (*)
Penulis: Agnes Ikandani
Editor: Binti Q. Masruroh





