Atresia bilier adalah gangguan aliran empedu yang terjadi akibat inflamasi dan menyebabkan kerusakan saluran empedu hingga gagal hati progresif. Diagnosis yang cepat dan prosedur Kasai (KP) yang tepat sangat penting untuk meningkatkan prognosis jangka panjang pasien yang menderita atresia bilier.
Studi menunjukkan bahwa KP pada usia ≤30 hari secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup hati asli menjadi semakin diakui secara luas. Tampaknya skrining dengan kartu warna tinja dapat dilakukan. Di Prefektur Tochigi, Jepang, skrining dengan kartu warna tinja telah dilakukan sejak tahun 1994.
Ide Kartu Warna Tinja dari Jepang
Jepang memperkenalkan ide kartu warna tinja ke Taiwan, dan pada tahun 2004 Taiwan menjadi negara pertama yang menggunakan kartu warna tinja untuk skrining di seluruh negara bagian; dan Jepang mengikutinya pada tahun 2012. Skrining kartu warna tinja di rumah cukup sederhana dan terjangkau, namun interpretasi warna tinja dapat menimbulkan tantangan bagi keluarga dan komunitas medis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pelatihan yang sesuai untuk orang tua dan tenaga kesehatan.
Telah dibuktikan bahwa pembelajaran berbasis kasus menghasilkan hasil pelatihan yang baik untuk bidang medis. Penelitian ini akan memberikan dasar teori yang kuat untuk membuat kartu warna feses berbasis kasus secara online.
Dalam bidang pendidikan, media berbasis web telah digunakan secara luas. Hal ini dikarenakan sifat media berbasis web yang dinamis, mudah beradaptasi, dan menarik perhatian. Kartu warna tinja dapat diterapkan untuk mengidentifikasi atresia bilier. Selain itu, karena membutuhkan biaya dan waktu perjalanan yang lebih sedikit, media berbasis web atau pembelajaran berbasis teknologi, seperti blended learning, e-learning, dan mobile learning, dianggap efisien dan hemat biaya.
Hal ini konsisten dengan penelitian lain, yang menyatakan bahwa biaya penemuan kasus – yang mencakup mendiagnosis pasien dan perawatan harus dievaluasi. Menurut penelitian lain, ada beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk menghasilkan media berbasis web yang dapat dipercaya, menyesuaikan pengalaman pengguna, menghindari konten komersial yang berlebihan di situs web, dll. Kartu warna tinja dapat diperbarui menjadi model pembelajaran berbasis kasus digital yang tersedia untuk pengasuh dan orang tua. Orang tua dan tenaga medis akan lebih mudah dalam mengidentifikasi atresia bilier dengan kartu warna tinja berbasis web.
Penulis: Dr. Bagus Setyoboedi, dr.,Sp.A(K)
Sumber: Arianti, N.R., Prihatiningtyas, R.A., Setyoboedi, B.,Ranuh, R.G. 2024. A literature review of primary screening tool for biliary atresia using web-based stool color card. Bali Medical Journal 13(1): 598-601.
DOI: 10.15562/bmj.v13i1.5091
Baca juga: Efek Imunologis Cairan Empedu Kambing pada Hewan Coba yang Diinfeksi Malaria





