UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa (HIMA)adakan seminar nasional LISTEN (Library and Information Sciences Seminar). Kegiatan itu bertajuk Transformasi Perpustakaan dalam Era Society 5.0 Optimalisasi Artificial Inteligent (AI) untuk Akses dan Pelayanan yang Unggul di Aula Soetandyo, Kampus B Dharmawangsa pada (31/08/2023).
淎cara ini merupakan acara yang positif di tengah populernya artificial intelligences (AI) di masyarakat. Dengan harapan, mendapatkan eksposur pengetahuan dari para narasumber di sini, tutur Hendro Margono SSos Msc PhD dalam sambutan.
Peran AI dalam Kehidupan Mahasiswa
Kehadiran artificial intelligences (AI) tentu memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan modern di Indonesia. Banyak kegiatan manusia yang dapat terbantu dengan teknologi AI.
Salah satu pengaruh AI dalam kehidupan manusia adalah mudahnya akses untuk mengakses hiburan sesuai dengan preferensi kesukaan. AI bekerja untuk menganalisa perilaku pengguna dan merekomendasikan hiburan yang sesuai dengan preferensi yang pengguna inginkan, seperti Netflix.
淜ehidupan manusia telah terbantu oleh peran AI. Hal ini tentu seharusnya kita dapat memanfaatkan teknologi AI dengan baik salah satunya pada perpustakaan sekarang, jelas Purbandini SSi Mkom.
Implementasi AI Pada Perpustakaan
AI juga bermanfaat untuk menunjang perpustakaan. Pada zaman sekarang, perpustakaan harus bertransformasi dan mengikuti perkembangan yang tengah terjadi di animo masyarakat. Hal tersebut dapat membantu perpustakaan tetap eksis meskipun telah adanya e-library.
Salah satu pemanfaatan AI dalam perpustakaan yakni pada pencarian dan katalogisasi. Dengan AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dalam pencarian dan katalogisasi koleksi buku di perpustakaan. Teknologi yang digunakan AI adalah dengan menganalisis dan mengenali pola dalam deskripsi buku.
淧emanfaatan AI ini sangat berguna untuk perpustakaan di tengah era modernisasi. Dengan AI dapat menunjang adanya peningkatan dan perkembangan kualitas dari suatu perpustakaan, tutur dosen FTMM UNAIR.
AI Anxiety
Anita Dewi PhD menambahkan, hadirnya AI tentu menimbulkan adanya kepanikan (anxiety) dalam kehidupan manusia. Kepanikan ini timbul karena takut tergantikannya peran manusia dengan teknologi AI.
Adapun tiga faktor penyebab AI Anxiety yaitu terlalu fokus pada program AI, kurangnya pemahaman lingkup teknologi dan manusia serta salah konsepsi pada perkembangan teknologi. 淗al ini semestinya tidak akan terjadi pada manusia, jika manusia dapat memanfaatkan AI dengan baik dan membantu kehidupan manusia, paparnya.
Penulis Satrio Dwi Naryo
Editor Khefti Al Mawalia





