UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran (FK) 51动漫 (UNAIR) melalui program menggelar program edukasi yang bertajuk Menyusui Saat Berpuasa. Narasumber kali ini yaitu Dr dr Risa Etika SpA (K) PhD selaku Kepala Divisi Neonatologi Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR sekaligus berpraktik di Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo Surabaya pada Jum檃t, 31 Maret 2023.
Menurut Dokter Risa, ibu yang menyusui ketika sedang berpuasa bisa tetap sehat dan tetap aman untuk bayi dan ibunya. Kandungan ASI ibu saat puasa dan tidak puasa sama-sama mengandung makronutrien (karbohidrat, lemak dan protein) dan mikronutrien (vitamin dan mineral).
Atur Pola Makan Menyusui Saat Berbuka dan Sahur
Saat berpuasa, sambungnya, ibu menyusui bisa mengatur pola makan saat sahur dan berbuka dengan kualitas dan kuantitas makanan yang memiliki kadar gizi yang sama. Sehingga ibu tetap bisa bugar. Produksi ASI juga tidak bergantung pada banyaknya makan atau minum, melainkan bergantung pada psikis atau perasaan ibu.
淛adi tergantung pada apakah si ibu menyusui tersebut happy? Karena kalau ibu happy maka hormon pelancar ASI akan keluar dengan deras, ungkap dr Risa.
Dokter Risa juga menuturkan bahwasanya ibu hamil harus mengonsumsi semua makanan, kecuali rokok (asap rokok) dan kopi. Keduanya akan menghambat hormon pelancar ASI (prolaktin).
Kadar mengonsumsi kopi bagi ibu menyusui yaitu hanya satu gelas per hari. Dokter Risa juga meluruskan beberapa makanan yang menjadi mitos di masyarakat seperti protein hewani, cabai (makanan pedas) serta es. Menurutnya, ibu hamil dan menyusui bisa mengonsumsinya.
Menurutnya, konsumsi air putih sangat penting dilakukan agar ginjal tetap sehat dan tidak dehidrasi. Banyaknya air yang dikonsumsi tidak berpengaruh pada jumlah ASI melainkan nutrisi yang dikonsumsi dan kondisi psikologis ibu lah yang memengaruhi produksi ASI.
淜etika ibu menyusui bonding dengan bayinya makan akan menyebabkan hormon endorfin keluar dan merangsang keluarnya ASI, ujarnya.
Di akhir, saat berpuasa ibu menyusui diharapkan bisa memaksimalkan jumlah air yang harus diminum saat sahur dan berbuka.
Penulis: Ini Tanjung Tani
Editor: Khefti Al Mawalia





