UNAIR NEWS Lulus dengan nilai memuaskan ditambah memiliki keterampilan soft skill berwirausaha yang mumpuni bukan hal yang mustahil bagi mahasiswa 51动漫. Melalui Pusat Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (PPKK), UNAIR rutin memberikan wadah sekaligus pelatihan kepada mahasiswa. Terutama soal dunia kewirausahaan.
Salah satunya terwujud dalam Airlangga Enterpreneur Club (AEC). Yakni, sebuah program PPKK UNAIR untuk mengetahui minat dan pengembangan bisnis mahasiswa dengan konsep pertemuan discuss (diskusi), sharing (berbagi), dan networking (jaringan). Tujuannya adalah tercapai Airlangga Connection dan Business.
Bermaksud memperkuat tujuan tersebut, AEC menggelar acara Pelatihan dan Sharing Womenwill di Ruang Parlinah, Perpustakaan Kampus B, UNAIR, pada Rabu (1/8). Tips menjadi wirausaha serta memiliki kemampuan komunikasi dan pemasaran digital yang baik menjadi topik bahasan yang didiskusikan. Sasaran pesertanya adalah para pengusaha mahasiswi UNAIR.
Humas PPKK UNAIR Ratna dalam sambutannya menekankan bahwa mahasiswi mesti bersemangat. Khususnya dalam membangun bidang bisnis. Dia juga mengajak mahasiswi, para pelaku bisnis pemula maupun sudah lama, untuk mendukung program World Class University UNAIR melalui kesungguhan dalam berbisnis.
Yuk kita support 51动漫 untuk masuk World Class University lewat bisnis dan kewirausahaan. Caranya dengan mendaftar di , ujarnya.
Ratna menambahkan, saat ini sudah ada 400 mahasiswa UNAIR yang tergabung dalam AEC. Selain itu, banyak organisasi bisnis, baik dari mahasiswa maupun dari luar, yang mendukung PPKK.
滽ami sudah me-launching sejak April dan berjalan hingga saat ini, ucapnya.
滽ami (PPKK, Red) juga didukung 16 organisasi mahasiswa (ormawa), IKAFE (Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi), dan IKA (Ikatan Alumni) UNAIR. Juga, ABC (Airlangga Business Comunity) serta Perpustakaan UNAIR, tambahnya.
Hadir sebagai pembicara Merlyn Maria Andrilos Legho, pebisnis muda. Dalam paparannya, tiga video motivasi pengusaha inspiratif diputarkan. Yakni, soal jastip (jasa titip), florist, dan baju.
滵i usia 23 tahun, saya menanggung hutang 150 juta. Saya berpikir keras bagaimana caranya bisa melunasinya. Saya bekerja di media cetak. Saya bergabung MLM, asuransi, dan terus belajar keras dengan hal-hal yang lain. Sampai akhirnya, saya mulai tertarik dengan bisnis agen dan investasi, katanya.
Tips Wirausaha untuk Perempuan
Menurut Merlyn, terdapat beberapa tips yang mesti diperhatikan ketika seorang perempuan enterpreneurberwirausaha. Pertama, adalah percaya diri. Caranya adalah bergaul dengan wirausaha yang lain untuk belajar dan bekerja sama.
滳ontohnya adalah jadi mentor bisnis. Mentor berperan untuk memberikan solusi masalah serta mempercepat usaha dengan jaringan dan arah usaha ke depan, tuturnya.
Kedua, menjadi pembelajar yang baik. Belajarlah di manapun dan kapanpun. Ikutilah pelatihan dan seminar pelatihan atau kursus.
漃elajari ilmu yang mendukung usaha Anda. Belajar jaman now (sekarang, Red) itu mudah, bahkan gratis. Dan, praktikkan ilmu yang sudah dipelajari, katanya.
Ketiga, bertemanlah dengan teknologi. Bekerja dari mana dan kapan saja memudahkan komunikasi bisnis dengan tim serta pelanggan. Hal itu dapat meningkatkan penjualan dengan pelanggan digital.
滵an, tentu mampu meningkatkan efektivitas kerja, imbuhnya.

Komunikasi Sangat Penting
Meski demikian, atas beberapa tips tersebut, lanjut Merlyn, ada hal yang sangat penting. Yakni, terkait dengan komunikasi dalam dunia usaha.
Komunikasi yang baik dapat meningkatkan kerja sama tim, membangun reputasi dengan pelanggan, dan mengatasi masalah dengan efektif. Soal komunikasi tersebut, Merlyn membaginya menjadi empat hal. Yakni, direktur, pemikir, ekspresif, dan penghubung.
滵irektur mesti fokus ke tujuan, cepat membuat keputusan, dan cekatan. Pemikir fokus ke tugas, suka berpikir panjang, dan membuat daftar rencana, katanya.
漧alu, ekspresif, fokus ke orang, penuh semangat, menyenangkan, berpikir sambil berbicara, cenderung berbicara panjang, imbuhnya.
Yang terakhir, penghubung. Bagian ini fokus kepada orang, bekerja dengan hati-hati. Termasuk menghindari konflik dan mengutamakan kepentingan orang lain.
Sementara itu, salah seorang peserta Rahma bertanya soal cara menyakinkan orang tua. Soal hal itu, menurut Merlyn, yang bersangkutan mesti membuktikannya. Dia mengakui bahwa hal tersebut merupakan masalah besar yang pasti dihadapi wirausahawan.
滲ahkan, orang terdekat kita justru ada yang membangun sikap pesimis, sebutnya.
淭unjukan kalau kalian bisa. Misalnya, dengan mempunyai uang hasil kerja sendiri untuk meningkatkan mental. Itu berawal dari diri sendiri juga harus didukung dengan teman-teman yang positif. Itulah gunanya kita membuat tim, tambahnya. (*)
Penulis: Fariz Ilham Rosyidi
Editor: Feri Fenoria Rifa檌





