Media sosial saat ini telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat serta bagian komunikasi digital yang sangat populer di dunia. Faktanya terdapat 10 negara besar yang paling aktif menggunakan media sosial pada tahun 2018, salah satunya adalah Indonesia yaitu 123 juta pengguna. Dengan adanya media sosial dapat dimanfaatkan untuk berinteraksi antar individu dengan cara berbagi maupun bertukar informasi dan ide melalui kata-kata, gambar, video, serta komunikasi virtual.
Berdasarkan data WHO, ditemukan 60%-90% karies gigi masih terjadi pada usia sekolah. Hal ini merupakan fenomena yang masih belum terpecahkan. Menurut para ahli, media sosial dapat digunakan sebagai saluran pendidikan khususnya kesehatan gigi dan mulut. Oleh karena itu, media sosial secara efektif dapat digunakan sebagai upaya preventif dalam membentuk perilaku kesehatan gigi dan mulut anak.
Namun, kenyataannya informasi yang didapat secara cepat di media sosial dapat menyebabkan peningkatan informasi yang salah, karena banyak pihak yang memposting informasi meskipun tidak memiliki kompetensi di bidang kesehatan. Banyaknya informasi yang dimuat di media sosial teridentifikasi berita hoax dan tidak akurat sehingga dapat menimbulkan kebingungan masyarakat dan berkontribusi pada perilaku kesehatan masyarakat yang negatif yang dapat mengakibatkan kesehatan yang buruk.
Hal inilah yang mendasari tim peneliti FKG 51¶¯Âþ untuk melakukan studi pustaka, yang khususnya bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan orang tua untuk menemukan sumber informasi kesehatan gigi anak yang terpercaya dan akurat di media sosial.
Faktanya orang tua perlu mengevaluasi informasi yang didapat dari media sosial sebelum memutuskan kesehatan gigi anaknya, hal ini untuk menentukan kualitas informasi kesehatan yang didapatkan dari media sosial. Sedangkan hasil dari studi pustaka didapatkan bahwa ibu memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anaknya. Oleh karena itu, ibu harus dibekali pengetahuan yang cukup tentang kesehatan gigi dan mulut anak.
Orang tua dengan masalah kesehatan gigi anak tertentu dapat menerima dukungan informasi di media sosial untuk membuat keputusan terkait kesehatan gigi anak, dengan belajar dari pengalaman orang tua lain dengan masalah yang sama, termasuk rincian diagnosis, pengobatan sendiri, pilihan pengobatan, dan rekomendasi dokter gigi dan klinik gigi.
Dengan adanya studi pustaka ini diharapkan dapat mengidentifikasi sosial media yang digunakan oleh orang tua dalam pencarian informasi kesehatan gigi dan mulut.
Penulis: Tim1
Referensi:
Pindobilowo, Bramantoro T, Setyowati D. The Trend of Children™s Dental Health Information-Seeking Behaviors on Social Media: A narrative review. J Int Dent Med Res. 2023;16(1):436“41.





