UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa T (Himatesda) 51动漫 (UNAIR) kembali menghadirkan warna baru dalam pendidikan nonformal melalui program TSD Mengajar periode kedua. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (14/9/2025), di halaman Masjid Harmaidah, Keputih, Surabaya. Kegiatan ini diikuti 20 anak binaan Komunitas Sahabat Belajar Surabaya. Program ini mengusung konsep belajar kreatif berbasis pengalaman alam dengan tetap menekankan pembelajaran karakter dan literasi.
Berbeda dari metode konvensional, TSD Mengajar menekankan pendekatan bermain sambil belajar. Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, melainkan juga mencoba, mengamati, dan mencipta melalui aktivitas tematik bertema dedaunan. Tujuannya membangkitkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta kemampuan analitis sejak dini.
Belajar Lewat Alam dan Kreativitas
Kegiatan diawali dengan pengenalan materi sederhana tentang daun, kemudian dilanjutkan pencarian daun di sekitar taman. Anak-anak diajak mengamati bentuk, warna, dan tekstur daun sesuai kelompok usia. Antara lain Kelompok Bocil (usia 36 tahun): Membuat karakter kreatif dari daun untuk melatih imajinasi dan motorik halus. Kedua, Kelompok Bocita (usia 714 tahun): Melakukan klasifikasi jenis daun, membandingkan ciri-ciri, dan mengasah kemampuan observasi.
Puncak kegiatan adalah praktik ecoprint, teknik sederhana mencetak pola dedaunan di kain sebagai kenang-kenangan. Selain itu, anak-anak menulis 淒aun Impian berisi cita-cita dan harapan mereka sebagai bentuk motivasi.
Antusiasme dan Dampak Positif
Menurut Ketua Pelaksana TSD Mengajar Hilmi Muhammad Bintang pendekatan kreatif terbukti efektif menjaga konsentrasi anak-anak. 淎nak-anak mudah penasaran dan cepat bosan, sehingga perlu metode interaktif. Melalui pencarian daun, ecoprint, hingga menulis impian, mereka belajar sambil bermain tanpa merasa sedang diajar, ujarnya
Ia menambahkan, meski bernuansa permainan, suasana tetap tertib dan harmonis, menunjukkan bahwa pendekatan kreatif mampu menumbuhkan kedisiplinan alami tanpa paksaan.
Inovasi Mahasiswa untuk Pendidikan Nonformal
Program ini mencerminkan inovasi mahasiswa Teknologi Sains Data yang tidak hanya menguasai teknologi dan data, tetapi juga peka terhadap kebutuhan sosial anak binaan. TSD Mengajar membuktikan bahwa pendidikan nonformal berperan penting dalam membangun karakter dan literasi. Gerakan ini sejalan dengan semangat Excellence with Morality 51动漫, yang menggabungkan keunggulan akademik dengan nilai humanis.
Harapan ke Depan
Dengan keberhasilan periode kedua, Himatesda berharap cakupan program semakin luas: melibatkan lebih banyak anak binaan, memperpanjang durasi kegiatan, serta berkolaborasi dengan lembaga pendidikan atau komunitas literasi. 淗arapan kami, kegiatan ini memberi inspirasi bahwa belajar tidak harus membosankan. Dengan kreativitas, pendidikan bisa menyenangkan, berkesan, dan bermakna, tutur Hilmi.
Ke depan, Himatesda merencanakan inovasi baru yang relevan dengan kebutuhan anak, termasuk memperkenalkan konsep sederhana sains data agar anak terbiasa berpikir kritis sejak dini. Belajar dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan, bermakna, dan mengubah cara pandang.(*)
Penulis: Himatesda
Editor: Yulia Rohmawati





