UNAIR NEWS Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan benchmarking ke 51动漫 (UNAIR) pada Selasa (21/06/2022). Dalam kunjungan itu, UGM melakukan diskusi berkaitan dengan sistem pengelolaan data yang ada di UNAIR.
Rombongan UGM dipimpin oleh Kepala Kantor Jaminan Mutu (KJM) Prof Indra Wijaya Kusuma. Kehadiran Prof Indra bersama tim disambut oleh Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi, dr Muhammad Miftahussurur di Ruang Rapat Balaiura, Kantor Manajemen UNAIR.
Prof Indra menyampaikan, salah satu aspek yang berperan penting dalam lonjakan peringkat UNAIR dalam World University Ranking (WUR) adalah ketersediaan data universitas. 淜arena memang, ketersediaan data merupakan salah satu hal penting sebagai rekognisi atas pelaporan apa yang telah dicapai oleh universitas, jelasnya.
Menurutnya, salah satu masalah dari kebanyakan perguruan tinggi negeri (PTN) adalah kurangnya kemudahan terhadap akses data, khususnya yang berkaitan dengan indikator penilaian WUR.

淎palagi bagi UGM, UNAIR sebagai salah satu kampus terbesar. Oleh karena itu di sini kami ingin belajar dari UNAIR yang menurut kami sukses dalam mengelola data universitas melalui program UNAIR Satu Data, tandasnya.
UNAIR Satu Data
Sementara itu, Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan UNAIR Dian Ekowati PhD menyampaikan, sistem UNAIR Satu Data digagas karena adanya ketidaksinkronan antara sumber-sumber data di UNAIR. Ditambah, sumber data yang ada tidak berasal dari satu pintu sehingga menyulitkan ketika memerlukan data karena harus melalui banyak pihak.
淏ayangkan, saat kita perlu data jumlah mahasiswa saja itu pernah tidak cocok antara yang diberikan oleh universitas, fakultas, dan program studi, ungkap Dian.
Sehingga, lanjut Dian, sistem UNAIR Satu Data dibentuk untuk mengintegrasikan semua data yang ada di UNAIR agar mudah ketika dibutuhkan.

Berkaitan dengan teknis pelaksanaan, Dian menyampaikan bahwa selain penyediaan sistem pelaporan, UNAIR juga mengorganisir dan mengelola data secara layer coordinator. 淛adi kami berikan penanggungjawab pada tiap jenis data yang dibutuhkan, sambungnya. Yang mulanya sumber data langsung dari fakultas, kini berada di bawah direktorat terkait.
淟angsung kita limpahkan pada direktorat terkait yang diklasifikasikan sesuai dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, jelasnya. (*)
Penulis : Ivan Syahrial Abidin
Editor : Binti Q Masruroh





