UNAIR NEWS Organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkungan 51动漫 (UNAIR) pada Selasa (3/4) resmi dilantik. Tentu setiap ormawa telah mengalami pergantian pengurus dan penyusunan program kerja. Tak terkecuali Unit Kegiatan Kegiatan (UKM) Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI).
Ketua UKM KSR-PMI Terpilih Rizqi Supramulyana Putra menyampaikan bahwa organisasinya mencanangkan program kerja yang menarik pada tahun ini. Salah satunya adalah menjadikan UNAIR sebagai Kampus Siaga Bencana (KSB).
Manurut Supra, sapaan akrabnya, KSB merupakan upaya pengurangan risiko bencana terpadu berbasis kampus. Sasaran utamanya adalah terciptanya kampus dan masyarakat yang aman sekaligus tangguh menghadapi kemunculan bencana.
淚de ini, (Program kerja KSB, Red) menjadikan UNAIR dengan mahasiswa dan warga kampus punya peran aktif sebagai agen perubahan di lingkungan kampus. Terutama untuk melakukan upaya pengurangan resiko bencana (PRB) secara terus-menerus, jelasnya.
Di Indonesia, hanya ada satu universitas yang mendeklarasikan diri sebagai KSB. Yakni, Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Jawa Tengah. Fakta tersebut, menurut Supra, adalah kesempatan untuk menjadikan UNAIR sebagai KSB sekaligus menaikkan popularitas dengan kualitas yang semakin bagus.
淪ecara tidak langsung, UNAIR akan menjadi percontohan oleh kampus-kampus lain yang ingin menjadi Kampus Siaga Bencana. Yang pasti, ini (program KSB) turut mendukung UNAIR dalam mewujudkan reputasi World Class University (WCU) ke peringkat 500 besar dunia, tuturnya.
Sebagai upaya mewujudkan UNAIR sebagai KSB, UKM KSR-PMI telah melakukan studi banding ke Unnes. Kegiatan tersebut, lanjut Supra, bertujuan menggali juga bertukar pengalaman, info, mengenai KSR-PMI. Khususnya terkait dengan program KSB.
淜ami delegasi UKM KSR-PMI bertanya seputar langkah-langkah, proses pelaksanaan, hambatan dalam pelaksanaan, dan keluh kesah mereka sebagai masukan serta pelajaran. Ketika di sana, kami juga tidak menyangka bisa ikut seminar Politeknik Negeri Semarang (Polinnes), ungkapnya.

Berdasar studi banding itu, terang Supra, UNAIR sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi KSB. Terlebih, UKM KSR-PMI sudah melakukan pembicaraan perihal KSB dengan pihak K3, Sub Direktorat Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) UNAIR, di Kantor Manajemen. Menurut mereka, konsep KSB sesungguhnya sudah ada. Namun, konsep serta manajemennya masih dalam skala yang kecil.
淜ami berharap, dalam proses ini, dukungan internal KSR-PMI dan eksternal di UNAIR ada. Sebab, itu sangat diperlukan. Utamanya dalam upaya mewujudkan UNAIR sebagai Kampus Siaga Bencana, kata Supra. (*)
Penulis : Hilmi Putra Pradana
Editor: Feri Fenoria





