UNAIR NEWS – Pesta Siaga 2018 sukses diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka 51动漫 pada akhir minggu pertama bulan April lalu. Acara yang dilaksanakan di Kampus C UNAIR itu, diikuti oleh pramuka kalangan siaga yang berada di daerah Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan sekitarnya.
Uswatun Khasanah selaku sebagai ketua pelaksana menjelaskan sasaran acara itu adalah anak Sekolah Dasar. Acara tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan rasa cinta budaya dan lingkungan, mengasah kemampuan, ketangkasan dan kekompakan tim, mewujudkan prestasi, karya, dan jiwa pramuka.
淭ujuan yang lain yaitu untuk menumbuhkan sifat disiplin, tangkas dan berani, meningkatkan persahabatan, dan mengasah keterampilan dalam bidang teknologi. Karena kami yakin pribadi yang baik tidak terbentuk secara tiba-tiba, melainkan dari kebiasaan yang dilakukan sejak dini sehingga terbentuklah acara ini, jelas Uswatun
Pada Pesta Siaga itu, kegiatan didalamnya dibagi menjadi giat prestasi dan giat pelatihan. Kegiatan saat giat prestasi ada lomba pipa bocor yang dilakukan bersama timnya, lomba rangkai puzzle individu, dan ada pula lomba reportase sebelum acara dimulai. Tak hanya perlombaan pada giat pelatihan, peserta mendapat beberapa pelatihan yang bermanfaat.
淕iat pelatihan disini peserta memperoleh pelatihan bagaimana mencuci tangan dan menggosok gigi yang baik dan benar. Mereka tampah antusias sekali dalam pelatihan tersebut, tutur Uswatun.
Selanjutnya, Uswatun juga menjelaskan bahwa diawal sempat terjadi sedikit kendala, tapi syukurlah acara berjalan dengan lancar dan terkendali sampai terpilihnya juara umum yang dibagi jadi 2, yaitu putra atau 榩a dan putri atau 榩i
淛uara pesta siaga 2018 se-Surabaya open pada juara umum putra diperoleh Madrasah Ibtida檌yah Negeri (MIN) Medokan Ayu sedangkan Juara umum putri didapatkan SD Negeri Kedungboto I Beji, imbuhnya.
Dalam acara itu, UKM Pramuka UNAIR tak lupa menyelipkan nilai-nilai yang ditanamkan ke peserta. Nilai itu, tambahnya adalah aktif, kreatif, dan bersahabat. Karena usia siaga adalah masa bermain dan bersenang-senang, panitia tidak terlalu menekankan jiwa kompetisi.
Pada akhir,Uswatun berharap agar setiap individu sadar akan kedisiplinan. Karena seperti yang diketahui, Indonesia sering disebut pengguna ‘jam karet’.
淜esan pesan dari peserta selam kegiatan, senang dan semangat karena mereka bertemu banyak teman baru. Bisa bermain bersama-sama, walaupun harus basah-basahan ketika perlombaan pipa bocor, pungkasnya.
Penulis: Hilmi Putra Pradana





