UNAIR NEWS – Sebagai bentuk persoalan keluh kesah pemuda yang masih bingung terhadap tujuan hidup, UNAIR mengadakan Kajian Ilmiah dengan tema Dari Mana, Untuk Apa, Mau Kemana?. Suhayl Karim menjadi pemateri kajian melalui platform Zoom pada Sabtu (29/4/2023).
Akhir-akhir ini, terdapat suatu fenomena ketika pemuda masih bingung dengan pertanyaan tujuan hidup. Padahal, usia pemuda adalah usia ketika akal mengalami perkembangan menuju kesempurnaan.
淜alangan pemuda itu adalah kalangan yang sedang berkembang. Kesempurnaan akal itu berawal dari pemuda, kata ustaz Suhayl Karim.
Menurut ustaz Suhayl Karim sebagai pengajar di Ma檋ad Al Fath Surabaya, terdapat tiga golongan pemuda saat ini yang dikenal dengan generasi milenial dan generasi Z. Pertama adalah pemuda yang sudah mengenal dirinya sendiri. Kedua adalah pemuda yang masih mencari jati diri. Ketiga adalah pemuda yang sudah kehilangan diri sendiri.
Golongan pemuda kedua dan ketiga itulah yang masih bingung terhadap tiga pertanyaan mendasar, yaitu darimana kita berasal, untuk apa kita hidup, dan mau kemana saat kita hidup. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, manusia harus menggunakan akalnya untuk berpikir. Ketika manusia menggunakan akalnya, dia akan memperoleh jawabannya dengan benar.
淯ntuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi itu, jawabannya mampu memuaskan akal, sesuai fitrah manusia, dan mampu mendatangkan ketentraman jiwa, jelasnya dalam kajian UKMKI itu.
Pertanyaan 1: Darimana Kita Berasal?
Manusia akan memperoleh jawaban pertanyaan itu ketika menggunakan akal untuk berpikir dengan memahami dalil dari Al-Qur檃n. Allah menurunkan lima ayat pertama surat Al-Alaq sebagai jawabannya. Salah satu ayatnya berbunyi bahwa manusia diciptakan dari segumpal darah dari Sang Pencipta. Dengan demikian, manusia diciptakan oleh Sang Pencipta, dalam hal ini adalah Allah menurut ustaz Suhayl Karim.

Pertanyaan 2: Untuk Apa Kita Hidup?
Jawaban dari pertanyaan pertama tidaklah cukup sehingga perlu ada jawaban lain yang mendukungnya, yaitu tujuan hidup manusia. Ketika manusia sudah mengetahui bahwa manusia diciptakan oleh Sang Pencipta, tentunya Sang Pencipta memberikan informasi kepada manusia, salah satunya mengenai tujuan hidup.
Dalam Islam, informasi yang benar berasal dari Al-Qur檃n karena kitab suci tersebut berasal dari Allah. Allah telah memberikan jawabannya melalui Al-Qur檃n ini. Salah satunya melalui surat Al-Bayyinah ayat lima. Dalam ayat tersebut, ustaz Suhayl Karim menjelaskan bahwa tujuan manusia hidup adalah untuk beribadah kepada Allah.
淧uncak dari penciptaan manusia itu adalah menjadi seorang penghamba, menjadi orang yang menyembah, orang yang tunduk kepada Allah SWT. Jadi tujuan hidup kita adalah ujungnya mengarah ibadah kepada Allah SWT, jelasnya dalam kajian UKMKI itu.
Pertanyaan 3: Mau Kemana Setelah Hidup?
Ustaz Suhayl Karim menjelaskan bahwa terdapat dua fase kehidupan manusia, yaitu fase sebelum kehidupan dan fase setelah kehidupan. Fase setelah kehidupan inilah yang menjadi jawaban atas pertanyaan ketiga tersebut, yaitu penentuan masuk surga atau neraka setelah melalui perhitungan amal.
Setelah manusia menemukan ketiga jawaban tersebut, mereka tidak akan mengalami kebingungan kembali. Insya Allah tidak akan ada generasi-generasi yang bimbang hidupnya ketika telah menemukan jawaban atas tiga pertanyaan tadi, tutup ustaz Suhayl Karim. (*)
Penulis: Muhammad Fachrizal Hamdani
Editor: Binti Q. Masruroh





