51动漫

51动漫 Official Website

UKMKI UNAIR Inisiasi Olahan Limbah Kopi Jadi Lilin Aromatik di Desa Jembul

Tim UKMKI UNAIR memberikan pelatihan ekonomi sirkular kepada warga di Balai Desa Jembul, Mojokerto (1/7/2025) (Foto: UKMKI UNAIR)
Tim UKMKI UNAIR memberikan pelatihan ekonomi sirkular kepada warga di Balai Desa Jembul, Mojokerto (1/7/2025) (Foto: UKMKI UNAIR)

UNAIR NEWS Limbah kulit kopi yang sebelumnya hanya menjadi tumpukan sampah, kini berubah menjadi sumber harapan baru bagi warga Desa Jembul, Mojokerto. Melalui program pelatihan yang digelar 51动漫 (UNAIR) masyarakat belajar mengolah limbah pascapanen kopi menjadi lilin aromatik bernilai jual.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari Selasa hingga Kamis (1-3/7/2025), berlokasi di Balai Desa Jembul, dan melibatkan 43 warga yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan pemuda Karang Taruna. Dengan menggunakan pendekatan community-based training (CBT), pelatihan ini dirancang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis. Tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan bisnis dan keberlanjutan usaha.

淲arga terutama kader PKK juga siap membantu seluruh kegiatan yang akan terlaksana, tinggal menghubungi dan menginformasikan saja. Kami di sini juga sangat terbuka dengan kegiatan pengembangan yang dilakukan untuk warga-warga sini, sambut Sekretaris desa setempat, Ainur Rofiq, pada kegiatan pembukaan pengabdian.

Hari pertama pelatihan berfokus pada pembekalan wawasan mengenai konsep ekonomi sirkular. Peserta diajak memahami siklus limbah kulit kopi serta peluang yang muncul dari pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.

Peserta praktik membuat lilin aromatik dari limbah kulit kopi (2/7/2025) (Foto: UKMKI UNAIR)
Peserta praktik membuat lilin aromatik dari limbah kulit kopi (2/7/2025) (Foto: UKMKI UNAIR)

Hari kedua menjadi titik praktik inti. Peserta mempelajari proses pembuatan lilin dari awal: pencampuran bahan, formulasi, pencetakan, hingga pengemasan. Formula standar yang digunakan merupakan hasil uji coba delapan tahap sebelumnya, yaitu menggabungkan soy wax, parafin, bubuk kulit kopi, dan essential oil kopi.

Hari ketiga mengajarkan strategi branding dan teknik pemasaran digital. Peserta mendapatkan pelatihan bagaimana membuat visual produk menarik, menentukan merek, hingga menyusun strategi penjualan di media sosial. Tujuan akhirnya adalah melahirkan wirausaha mandiri di tingkat desa.

淒engan tidak hanya mengajari cara membuat lilin, tetapi juga cara melakukan branding dan memasarkannya secara digital, program ini menanamkan fondasi yang kuat bagi para peserta untuk dapat melanjutkan dan mengembangkan usaha ini secara mandiri setelah pelatihan selesai, ujar Habib Muhammad Al Khaq, SC kegiatan UKMKI Goes To Village. 

Program ini bukan hanya soal produksi lilin. Ia menjawab persoalan nyata di Desa Jembul, yaitu menumpuknya limbah kulit kopi dan rendahnya pendapatan petani. Inisiatif ini diproyeksikan dapat meningkatkan pendapatan peserta hingga 20 persen dalam semester pertama. Secara lingkungan, limbah berkurang hingga 90 persen, dan secara sosial, motivasi warga untuk berwirausaha naik hingga 50 persen.

Program ini juga dirancang untuk mendukung tiga poin utama SDGs, yakni SDGs 1 Tanpa Kemiskinan, melalui peningkatan ekonomi rumah tangga. SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan pelatihan keterampilan produksi dan bisnis. SDGs 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab: melalui pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular. 淵ang membedakan program ini adalah pendekatannya yang lengkap. Tidak hanya mengajari membuat produk, tapi juga mengajarkan cara mengelola usaha dan memasarkannya, jelas Habib.

Respons masyarakat pun sangat positif. Beberapa anggota Karang Taruna yang awalnya hanya datang untuk melihat, akhirnya turut serta dalam praktik pembuatan lilin. Sebagai langkah lanjutan, UKMKI UNAIR mendorong pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) agar produksi lilin kopi bisa berlanjut secara mandiri dan menjadi identitas ekonomi baru Desa Jembul.

Penulis: Samudra Luhur Pambudi

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT