UNAIR NEWS Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) lakukan kunjungan studi banding ke 51动漫 terkait pemeringkatan Quacquarelli Symonds (QS). Acara tersebut berlangsung pada Rabu (3/1/2024) di Ruang 301, Kahuripan, lantai 3, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C.
Turut hadir, Gunawan Ariyanto ST M comp Sc PhD selaku Kepala Biro Humas dan Pemeringkatan, Fajar Suryawan ST M Eng Sc PhD selaku Kepala Bidang Manajemen Data dan Pemeringkatan, Rama Rizana ST M Sc selaku Ketua SDGs Center, Huda Kurnia Maulana SE MBA selaku Pengelola Data QS dan Marketing UMS,
Kemudian juga hadir, Zauvik Rizaldi Maruf S Kom selaku Manajer Project Data Government, Ir Sri Sunarjono MT PhD selaku Ketua Lembaga Riset dan Inovasi, Ir Bana Handaga MT PhD selaku Kepala Biro Teknologi dan Informasi, dan Al Habib Josy Asheva SS selaku Manajer Konten Media Digital.

Embrio SDGs Center
Kepala Biro Humas, Gunawan menjelaskan maksud kedatangan UMS ke UNAIR tidak hanya mempertanyakan pemeringkatan QS dan THE namun juga perancangan SDGs Center dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sayangnya, pihak kampus belum memiliki pengalaman dalam pengelolaan sistem tersebut.
淧ertama, saya ingin sampaikan terkait tujuan kunjungan kita disini tidak hanya soal pemeringkatan. Namun, memperbincangkan mengenai kepunyaan UMS yakni embrio SDGs Center. Bulan desember, kami putuskan bahwa UMS sudah mulai serius dengan SDGs namun belum cukup pengalaman untuk mengelola hal tersebut, ujarnya.

THE Impact UNAIR
Selanjutnya, Bayu Arie memaparkan bahwa SDGs Center UNAIR baru memulai merintis pada tahun 2022. Namun, keikutsertaan di THE Impact memang sudah berjalan dari mulai tahun 2019. Dalam THE Impact sebenarnya kita dapat memilih untuk mengikuti semua goals atau hanya beberapa saja.
淪eperti yang kita ketahui, THE Impact SDGs memiliki 17 goals terkait Sustainable Development. Goals tersebut antara lain mengacu pada aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, kesehatan gender, air dan energi bersih, dan lain sebagainya. Pada tahun 2022, kami mengikuti seluruh goals tersebut, tuturnya.
淧rogram studi di UNAIR ini memang tidak ada yang spesifik terkait dengan SDGs, sehingga tahun lalu kami melaunching handbook series dari UNAIR. Harapannya kedepannya kita bisa jadikan buku dan tentunya berkoordinasi dengan Pengabdian Masyarakat, tambahnya.
Setiap publikasi UNAIR, sambungnya, saat ini harus mencantumkan keyword SDGs nya. Hal itu, pihaknya harapkan agar bagi setiap peneliti dapat mempersiapkan hal tersebut. 淪elain itu, kita juga sudah berlangganan Scholars UNAIR untuk memeriksa jumlah publikasi dari peneliti yang mengarah ke salah satu aspek SDGs, pungkasnya.
Penulis: Christopher Hendrawan
Editor: Nuri Hermawan





