n

51动漫

51动漫 Official Website

UNAIR Akselerasi Penelitian di bidang Ilmu Sosial

CEO QS Asia's University Ranking, Mandy Mok, saat menyampaikan materi. (Foto: Yudira Pasada Lubis)

UNAIR NEWS 51动漫 kedatangan dua tamu dari lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia Quacquarelli Symonds(QS), Senin (6/3). Mereka adalah CEO QS Asia檚 University Ranking (AUR) Mandy Mok, dan senior konsultan QS AUR Samuel Wong.

Kedatangan mereka sejalan dengan target yang ditetapkan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi kepada UNAIR untuk menjadi 500 top perguruan tinggi dunia pada tahun 2020. Untuk menunjang sinergi, pertemuan ini juga mengundang pimpinan seluruh fakultas, unit, badan, dan lembaga di lingkungan UNAIR.

Tahun 2016 lalu, ada indikator penilaian yang bertambah dari tahun-tahun sebelumnya, yakni persentase dosen bergelar doktor sebanyak lima persen. 淯ntuk itu, kita coba tingkatkan proporsi jumlah dosen yang S-3, termasuk sitasi, ujar Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) sekaligus koordinator program WCU UNAIR Badri Munir Sukoco, Ph.D.

Dalam presentasinya, Samuel Wong mengatakan, UNAIR memiliki nilai plus di bidang ilmu kedokteran dan ilmu hayati. Wong berpendapat, UNAIR perlu mengakselerasi publikasi dan penelitian di bidang ilmu sosial.

Melihat kondisi tersebut, Badri mengatakan bahwa BPP sudah menjalani kontrak kinerja dengan masing-masing dekan di fakultas. 淜ita juga sudah standarisasi. Jadi kalau semua dosen S-3, minimal 50 persen sudah ada publikasi. Sebelumnya gak ada aturan begitu. Sehingga para dekan juga akan mencoba mendorong teman-teman masing-masing fakultas, khususnya sosial sciences, tambahnya.

Sementara itu, dalam kesempatan wawancara, Mandy Mok berharap agar sivitas akademika UNAIR lebih banyak muncul di kancah internasional. Caranya, adalah memperbanyak publikasi di jurnal bereputasi dan aktif mengikuti konferensi internasional.

淯ntuk menuju WCU, harus berusaha untuk muncul dan didengar di kancah internasional, memperbanyak publikasi, menyelenggarakan lebih banyak kegiatan tentang riset dan publikasi internasional, lebih kreatif, dan mengikuti perkembangan, ujarnya. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Defrina Sukma S

AKSES CEPAT