UNAIR NEWS – Tim Airlangga Community Development Hub (ACDH) (UNAIR) akan menunaikan pengabdian masyarakat di daerah Bintan, Kepulauan Riau. Wakil Rektor UNAIR Prof Ni Nyoman melepas Tim ACDH untuk berangkat ke Bintan, Jumat (17/6/2022).
Proyek pengmas Bintan berkolaborasi dengan tiga universitas di Malaysia. Yaitu University Sains Malaysia (USM), University Malaya (UM), dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNAIR Dr Gadis Meinar Sari dr MKes menjelaskan bahwa ada sebanyak 28 orang yang akan berangkat melakukan pengmas di Bintan. Tim ACDH terbagi menjadi tiga klaster, yaitu klaster kesehatan, sosiohumaniora, dan teknik perikanan. “Berbagai kegiatan di Bintan akan berlangsung selama tiga hari yaitu 20-22 Juni 2022,” jelasnya.
Tim pioneer sebanyak 7 orang akan berangkat lebih dulu ke Bintan pada hari Ahad (19/6/2022). Adapun seluruh tim akan berangkat bersamaan di hari Senin.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Prof Dr Ni Nyoman Tri MSi memberikan arahan sekaligus melepas tim ADCH yang akan melakukan pengmas di Bintan. Menurutnya, proyek ini adalah proyek yang luar biasa karena merupakan pilot project UNAIR yang dipercayakan rektor.
“Kegiatan akan dimulai hari Senin sampai Rabu. InsyaAllah Saya akan bergabung di hari Senin,” tuturnya.
Secara keseluruhan, ada tiga proyek ACDH dalam menyukseskan pengabdian masyarakat. Yaitu Proyek Bintan, Proyek di Pesisir Banyuwangi, dan di empat pulau terpencil di Madura.
Proyek pengabdian masyarakat tersebut sejalan dengan tujuan SDGs Desa. Di dalam pengembangan daerah-daerah, tiga proyek yang dirancang UNAIR sudah tepat sasaran. UNAIR akan membantu pemerintah dalam mewujudkan SDGs Desa.
淣antinya kami akan ikut memberikan arahan ke desa agar bisa terus berkembang, maju, dan sejalan dengan tujuan kebijakan SDGs Desa, lanjutnya.
Proyek pengmas sejalan dengan 17 ranah SDGs Desa. Wilayah yang memiliki potensi di Bintan nantinya akan dikuatkan dan dibantu untuk berkembang. 淗arapannya desa bisa berkembang, masyarakat bisa lebih sejahtera, dan tanpa harus merusak alam, jelasnya. (*)
Penulis : Sandi Prabowo
Editor : Binti Q Masruroh





