51动漫

51动漫 Official Website

UNAIR Bersama Wisma Jerman Tutup Perhelatan Surabaya Global Colloquium

Sesi foto bersama usai penutupan kegiatan Surabaya Global Colloquium. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kegiatan yang berjalan selama dua hari resmi berakhir. Wakil Dekan III Irfan Wahyudi SSos MComm PhD bersama dengan Direktur, Mike Neuber, menutup kegiatan itu. Acara penutupan itu berlangsung pada Jumat (15/09/2023), di Aula Pertemuan Sriwijaya, Gedung ASEEC, Kampus Dharmawangsa-B, UNAIR.

Hadir pada penutupan kegiatan internasional tersebut, peserta residensi dari 3 negara, civitas akademika 51动漫, dan para pegiat fotografi dari berbagai daerah. Irfan Wahyudi SSos MComm PhD, perwakilan dari UNAIR menjadi pembicara penutup. Dalam kesempatan itu ia membawakan materi 淚mages, Social Media, and The First Person to Show Everyone in the World: The Visual Chaotic of Integrity, Facts and Context.

Integritas Visual dalam Media Sosial

Irfan Wahyudi SSos MComm PhD menjelaskan bahwa media sosial memiliki dampak yang kuat dalam hal mempengaruhi hidup manusia. Selain itu, lanjutnya, media sosial juga dapat menjadi sebuah propaganda yang dibuat oleh pemerintah atau para aktivis sosial. Oleh karena itu, perlu adanya integritas visual yang dapat melindungi pengguna dari kesalahan informasi yang tersebar di media sosial.

淚ntegritas visual di media sosial mengacu pada keaslian, keakuratan, dan penggunaan gambar & video secara etis yang dibagikan di sebuah platform. Sehingga, menjaga integritas visual sangat penting untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak benar, berita palsu, dan konten berbahaya. Jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa menjaga integritas visual merupakan tantangan yang terus berlanjut di era digital. Hal itu, lanjutnya, membutuhkan upaya dari penyedia platform dan pengguna untuk memerangi informasi yang salah dan praktik-praktik yang menipu dan merugikan banyak pihak.

Peran Fotografer dalam Sebuah Pesan

Setelah penyampaian materi oleh Irfan Wahyudi SSos MComm PhD, acara berlanjut dengan pidato penutup dari Mike Neuber. Direktur Wisma Jerman sekaligus perwakilan dari dan Wisma Jerman Surabaya itu, hadir secara langsung dan menyampaikan rasa terima kasih dan bangga kepada seluruh pihak yang membantu selama jalannya kegiatan.

淒ari kegiatan ini kita semua dapat belajar mengenai pentingnya peran fotografer dalam menyampaikan sebuah pesan dalam pendekatan yang berbeda. Ungkap Mike. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para peserta dari 3 negara yaitu Indonesia, Jerman, dan Prancis. Terlebih, sambungnya, untuk berkolaborasi dan bersinergi di dalam satu minat bidang yang sama yaitu fotografi.

Dalam pernyataan penutup, Mike berharap akan ada kembali kegiatan Global Colloquium di masa mendatang. Dari hal itu, lanjutnya, sehingga anak muda dari berbagai negara bisa berkolaborasi dan menjalankan sebuah proyek yang dapat membawa perubahan dan menambah wawasan bersama.

Penulis : Adinda Aulia Pratiwi

Editor : Nuri Hermawan

AKSES CEPAT