Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 51动漫 (UNAIR) gelar Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) pada 23-26 April 2025 di Provinsi Lampung. Ada empat Kabupaten Kota yang menjadi sasaran. Yakni, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran. Kegiatan itu digagas secara mandiri oleh tim pelaksana, yang terdiri dari tujuh orang dosen (Prof Dr. Suwarno, drh, M.Si, Prof Dr. Jola Rahmahani, drh, M.Kes, Prof Dr. Mochamad Lazuardi, drh, M.Kes., Prof Dr. Hani Pluimeriastuti, drh, MKes, Dr. Wiwiek Tyasningsih, drh., M.Kes, Dr. Eka Pramyrtha Hestianah, drh., M.Kes, dan Dr. Kadek Rachmawati, drh, M.Kes).
Kegiatan yang bertajuk Aplikasi Bidang Ilmu Veteriner pada Masyarakat di Provinsi Lampung ini digelar dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, Workshop Produk Olahan Susu, Focus Group Discussion Rabies, In House Training Virologi, Bakteriologi, Histologi, Patologi dan Toksikologi, serta Seminar Toksikologi Veteriner, dan Webinar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hari pertama dimulai dengan acara workshop olahan susu bertempat di Balai Veteriner Lampung. Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Lampung sekaligus Ketua PDHI Lampung (drh. Anwar Fuadi, MPH) dan dihadiri oleh Kepala BVet Lampung (drh. Suryantana, MSi), perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Lampung, Perwakilan BKHIT (Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan) Lampung, PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia) Cabang Lampung, PIDHI (Persatuan Istri Dokter Hewan Indonesia) Cabang Lampung, Dharma Wanita Balai Veteriner Lampung, Dharma Wanita Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung serta Dharma Wanita BKHIT Lampung.

Kegiatan ini juga melibatkan beberapa UMKM, yaitu Kelompok Ternak Maju Bersama, Luru Barokah, Superindo Utama Jaya dan Unit Pengelola Susu seperti Susu Tiuh, Yosukawa, Yu One Milk, Susu Etawa Suka-suka, Sewu Sehat Berkah Farm, Sukaba serta Urip Mulyo. Acara dihadiri oleh sekitar 50 orang peserta baik ibu-ibu maupun bapak-bapak yang mewakili instansi serta UMKM dan Unit Pengelola Susu terkait. Materi yang disampaikan ada 3 meliputi pengolahan susu menjadi berbagai produk yang bernilai gizi tinggi serta bernilai jual yaitu yoghurt, silky milk pudding dan kerupuk susu. Acara dibagi menjadi 2 sesi, pada sesi pertama berupa pemaparan materi pembuatan olahan susu, yang disampaikan oleh Dr. Eka, Dr. Wiwiek dan Dr. Kadek.Kemudian pada sesi kedua dilanjutkan dengan praktek membuat produk olahan susu. Yang membanggakan bapak-bapak ikuit berperan pada Praktek pembuatan produk ini.
Hari kedua acara berlangsung di BKHIT Lampung berupa FGD dengan menghadirkan pembicara Prof Suwarno yang mengupas tentang 淯paya Pembebasan Rabies di Provinsi Lampung dan Prof. Jola membahas tentang 淪ebaran Virus Rabies di Indonesia. Acara dibuka oleh Kepala BKHIT, drh. Donny Muksidayan, MSi dan diikuti oleh para dokter hewan dan paramedis, sarjana peternakan dari Dinas PKH Prov Lampung, Dinas PKH Kab Lampung Selatan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kota Metro, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kab. Pesawaran, BVet Lampung dan BKHIT Lampung. Acara FGD diikuiti oleh sekitar 60 peserta membahas tentang kesiapan dinas terkait empat Kab Kota untuk membebaskan daerah dari rabies. Seperti diketahui pada Tahun 2024 didapatkan kasus gigitan 10 ekor kucing positif rabies, antara lain terjadi di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro. Melalui pendekatan SARE (Stepwise Approach Rabies Elimination) diharapkan keempat Kab Kota peserta dapat melakukan penilain terkait kesiapan daerah dalam pembebasan rabies di Prov Lampung.
Kegiatan hari ketiga berupa in house training bidang Virologi, terkait materi pembuatan kultur sel asal ginjal kambing oleh Prof. Suwarno dalam upaya persiapan laboratorium BVet sebagai laboratorium referens untuk penyakit PPR (Peste de Petis Ruminants), bidang Bakteriologi membahas tentang bakteri Escherichia coli penghasil ESBL (Extended Spectrum Beta-Lactamase) sebagai bakteri pembawa gen resistensi terhadap antibiotik beta-lactam oleh Dr. Wiwiek. Sedangkan bidang Histologi, Patologi & Toksikologi memberikan ulasan terkait keracunan pada ternak, dengan pakar Dr. Eka, Prof Hani dan Prof Lazuardi. Kegiatan berlangsung di masing-masing laboratorium terkait bertempat di BVet Lampung. Kegiatan ini juga diikuti oleh para dokter hewan dan paramedis dari BVet Lampung, BKSDA Lampung, BKHIT Lampung, PDHI Lampung dan Puskeswan Lampung, sebanyak 30 peserta. Selain itu pada hari ketiga juga diadakan webinar yang membahas tentang vaksin pada PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) denghan tajuk 淏erikan Vaksin PMK akan Berakhir”, dengan narasumber Prof. Suwarno. Acara webinar sangat menarik diikuti para dokter hewan dan paramedis di seluruh Indonesia dengan total peserta 610 orang.
Acara terakhir pada hari keempat berupa Seminar Toksikologi Veteriner digelar di Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Acara dibuka oleh Dekan Faperta dan terbuka untuk umum. Seminar dengan topik 淧anduan Praktis Penanganan Darurat Keracunan Hewan dan Gambaran Patologik banyak mengupas banyaknya kasus keracunan pada ternak, hewan piara dan satwa liar. Kasus keracunan yang sering terjadi akibat bahan toksik racun nitrat, nitrit atau sianida, baik yang terdapat pada pakan hewan atau air minum, perlu dicarikan solusinya melalui kegiatan seminar ini.
Penulis: Prof. Dr. Suwarno, drh., M.Si





