UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) melalui Airlangga Institute of Indian Ocean Crossroads (AIIOC) memperkuat dedikasinya dalam pengabdian masyarakat dengan pendekatan kolaboratif dan lintas disiplin ilmu. Realisasi komitmen ini terlihat pada workshop berjudul 淜ick-Off Against Stigma: Empowering Surabaya檚 Community for a Leprosy-Free Future through Football Fan Engagement. Kegiatan tersebut terselnggara pada Rabu (21/1/2026) di Ruang Dewa Ruci, Gedung Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C.
Workshop ini menjadi langkah awal pemberdayaan komunitas Bonek Surabaya dalam upaya penghapusan stigma terhadap kusta di Kota Surabaya. Kegiatan tersebut melibatkan kolaborasi antara tim peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat () UNAIR, komunitas Bonek Surabaya, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, pengelola Program Kusta dari 20 puskesmas di Kota Surabaya, serta akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang berorientasi menuju World Class University (WCU), UNAIR berkomitmen memperluas kontribusi akademik melalui pengabdian masyarakat yang strategis. AIIOC memposisikan program Kick-Off Against Stigma sebagai bentuk pengabdian berbasis sport-culture. Dengan memanfaatkan kekuatan sosial komunitas suporter sepak bola sebagai agen perubahan dalam isu kesehatan masyarakat.
Diskusi Lintas Sektor untuk Penyamaan Perspektif
Salah satu rangkaian utama dalam workshop ini adalah sesi diskusi interaktif yang mempertemukan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, pengelola Program Kusta puskesmas, serta perwakilan komunitas Bonek Surabaya. Sesi diskusi ini dipimpin oleh dr. Muhammad Atoillah Isfandiari, dr., M.Kes. selaku ketua pengabdian masyarakat. Diskusi omo menggarisbawahi keselarasan pandangan antar pemangku kepentingan sebagai dasar program penghapusan stigma kusta berbasis komunitas
Kegiatan ini juga menandai kolaborasi lintas perguruan tinggi antara 51动漫 dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kolaborasi tersebut melibatkan Prof. Dr. Rr. Nanik Setyowati, M.Si., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UNESA yang meneliti dinamika komunitas Bonek Surabaya, serta Bapak Rojil Nugroho Bayu Aji, S.Hum., M.A., dosen FISIPOL UNESA sekaligus Koordinator Bonek Surabaya. Keterlibatan UNESA memperkuat pendekatan sosial-budaya dalam pelaksanaan kegiatan.
Penguatan Pemahaman Peserta terkait Destigmatisasi Kusta
Workshop ini disusun dalam bentuk lokakarya metodologi untuk tim peneliti serta perwakilan komunitas Bonek Surabaya. Materi yang disampaikan mencakup situasi kusta di Kota Surabaya oleh dr. Yusli Aidil Puthra Hasibuan selaku Ketua Tim Kerja Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Surabaya, serta materi stigma kusta dan strategi pemberdayaan komunitas oleh Ulfah Abqori, M.Sc., Ph.D.
Hasil pre-test dan post-test menandakan keberhasilan kegiatan dengan peningkatan pemahaman peserta soal isu kusta dan stigma sosial. Panitia memberikan penghargaan souvenir bagi peserta berprestasi post-test tertinggi serta yang mendapat delta skor terbesar antara pre dan post-test. ini menjadi ruang awal dialog dan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan komunitas dalam membangun pendekatan penghapusan stigma kusta yang lebih inklusif.
Penulis: Ria Maulida Rahmawati





