UNAIR NEWS Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) 51动漫 menggelar 淪osialisasi SINTA Author. Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola riset dan pengabdian menuju universitas riset kelas dunia. Dalam kegiatan ini, UNAIR menyoroti pentingnya kelengkapan dan validitas data akademik dosen, khususnya dalam sistem pelaporan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Mandiri.
Target UNAIR dalam Pengmas
Materi mengenai tata kelola Pengmas Mandiri pleh oleh Prof Dr Hery Purnobasuki MSi, perwakilan dari Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPPM) UNAIR. Prof Hery menyampaikan materi bertajuk 淧rosedur dan Pemutakhiran Data Pengmas Mandiri. Ia memaparkan langkah-langkah teknis yang perlu dosen lakukan dalam mengisi, melengkapi, dan merevisi data Pengmas melalui sistem internal UNAIR.
UNAIR menargetkan agar seluruh kegiatan pengabdian masyarakat, baik yang didanai hibah maupun bersifat mandiri, tercatat secara digital dan tersinkronisasi dengan sistem SINTA. Pemutakhiran data Pengmas yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik menunjukkan komitmen UNAIR terhadap pengabdian masyarakat yang berdampak nyata sekaligus berkontribusi pada peningkatan reputasi akademik baik di tingkat nasional maupun global.
Strategi Peningkatan Skor SINTA
Dalam sesi selanjutnya, Prof Ferry Efendi S Kep Ns MSc PhD selaku Ketua Lembaga Pengembangan Jurnal, Publikasi, dan Hak Kekayaan Intelektual (LPJPHKI) UNAIR memaparkan strategi peningkatan skor SINTA bagi dosen dan institusi. Menurut Ferry, transformasi budaya akademik tidak hanya mengedepankan kuantitas luaran, tetapi juga kualitas dan konsistensi.
淭ransformasi budaya akademik bukan hanya tentang banyaknya luaran, tetapi kualitas dan konsistensinya. Kita harus membangun ekosistem riset yang berkelanjutan, ujarnya.
Ferry juga menjelaskan lima komponen utama penilaian dalam SINTA. Penilaian SINTA menggunakan prinsip rolling window selama tiga tahun terakhir dengan sistem cut-off tahunan untuk menjaga keadilan dan mendorong kualitas. Skor SINTA baik dari sisi produktivitas maupun afiliasi sangat mempengaruhi posisi institusi dan individu.
Dari hasil evaluasi terkini, UNAIR mencatat sejumlah tantangan yang harus segera mendapat perhatian. Beberapa di antaranya adalah distribusi publikasi unggulan yang belum merata, dominasi HKI dalam bentuk hak cipta dibandingkan paten. Selain itu, keterlibatan dosen sebagai editor dan reviewer jurnal internasional juga masih perlu ditingkatkan.
Dalam mengatasi hal tersebut, UNAIR mendorong dua strategi utama. Pertama, strategi individu dosen, seperti menargetkan dua publikasi Q1換2 per tahun sebagai penulis utama, mengajukan HKI, mengikuti hibah eksternal, dan mempublikasikan hasil Pengmas. Kedua, strategi kelembagaan, termasuk memperluas partisipasi dosen, meningkatkan validasi data, serta memberikan insentif berbasis kualitas.
UNAIR menekankan pentingnya perubahan paradigma dari sekadar berorientasi kuantitas menuju pendekatan yang menekankan kualitas dan kolaborasi. Kolaborasi lintas fakultas dan integrasi antara riset, HKI, serta pengabdian menjadi pilar utama dalam mewujudkan budaya akademik yang kuat.
Dengan sinergi antara individu, lembaga, dan sistem penilaian nasional, UNAIR semakin mantap melangkah sebagai universitas riset global yang berdaya saing tinggi, berbasis integritas akademik dan inovasi berkelanjutan.
Penulis : Saffana Raisa Rahmania
Editor : Ragil Kukuh Imanto





