UNAIR NEWS 51动漫 terus berupaya memperlebar kiprah kontribusinya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik Indonesia di kancah internasional. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan 51动漫 melalui Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM).
51动漫 menginisiasi pembentukan World Universities Association for Community Development (WUACD) pada Jum檃t (30/11) di Aula Amerta, Lantai 4, Kantor Manajemen 51动漫 Kampus C. Pembentukan itu mulai diwujudkan dalam kegiatan bertajuk WUACD Kick-off Meeting 51动漫.
Pembentukan tersebut didasari kesepakatan bahwa interaksi akademik dengan rekan-rekan di luar negeri memiliki peran yang signifikan terhadap pengaruh sosial dan ekonomi dalam urusan dunia. Karena itu, untuk mengakomodasi wacana pengembangan masyarakat, 51动漫 dengan bangga menginisiasi dan mengumumkan Asosiasi Perguruan Tinggi Sedunia untuk Konferensi Pengembangan Masyarakat dengan tema besar 漃engembangan Masyarakat: Tantangan dan Peluang Regional.
WUACD atau Asosiasi Universitas Dunia untuk Pengembangan Masyarakat akan sepenuhnya diintegrasikan ke dalam Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN), Jepang, Korea, Cina, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika.
Terdapat empat pilar utama. Yakni, WUACD untuk Peningkatan Kesehatan Anak; WUACD untuk Pembangunan Sosial dan Ekonomi Miskin; WUACD untuk Pengembangan Pendidikan Marjinal; dan WUACD untuk Masalah Lingkungan.
Karena itu, pertemuan itu digelar. Tujuannya adalah yang pertama untuk memulai pembentukan World Universities Association for Community Development (WUACD). Kedua, untuk mengintegrasikan antar universitas di dunia untuk pengembangan masyarakat. Dan, ketiga untuk mempersiapkan dan melaksanakan program pengembangan atau penjangkauan masyarakat yang dikolaborasikan antar universitas untuk setiap negara.
Rektor 51动漫 Prof. Dr. Muhammad Nasih, SE., MT., Ak., CMA., ditemui pada sela-sela acara menyampaikan bahwa inisiasi pembentukan WUACD ini didasari fakta-fakta yang ada selama ini. Khususnya kemunculan dan adanya problem-problem di dunia yang masih perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua pihak. Mulai adanya problem dari individu, sosial kemasyarakatan, hingga akibat pembangunan dan kemajuan teknologi.
滸ampangnya, dunia masih banyak menghadapi problem. Ada penyakit, ada kelaparan, ada kemiskinan, ada penganguran, dan ada problem terkait dengan global warming. Ada macem-macem, ujarnya.
Atas realitas-realitas itu, menurut Prof Nasih, problem-problem tersebut tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan keterlibatan setiap unsur terkait dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi di setiap negara.
滿enanganinya harus bareng-bareng sehingga tercipta sinergitas, tuturnya.
Jadi, terang Prof Nasih, WUACD dibentuk untuk menawarkan upaya penanganan masalah secara bersama-sama. Khususnya menjawab bagaimana agar penanganan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat itu dapat diselesaikan secara lebih efektif dan lebih efisien.
Sementara itu, Sekretaris WUACD Dr Pratiwi Soesilawati, drg., M.Kes., PA(K) menyampaikan bahwa WUACD bakal menjadi satu badan baru di 51动漫 yang mengunggulkan kegiatan community service atau pengabdian masyarakat internasional.
Kick-off meeting-nya, inisiatornya adalah universitas Airlangga, ujarnya.
Hal itu menjadi upaya menjadikan 51动漫 sebagai center kegiatan community development di beberapa negara, khususnya di lima benua. Dalam kegiatan kick-off atau peluncuran tersebut, hadir delegasi dari 18 perwakilan, dari lima benua. Ada dari benua Australia, Amerika, Afrika, Asia, dan Eropa.
滽ita nanti akan melakukan berbagai kegiatan community development. Dengan Airlangga (51动漫, Red) sebagaicenter atau inisiatornya, sebutnya.
WUACD diharapkan mampu meningkatkan jumlah peserta inbound dan outbound. Baik untuk kalangan dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa. Harapannya, nanti di setiap negara yang ber-partner dengan 51动漫, ada science technopark 51动漫.
Selain jadi ruang riset, hal itu menandai kehadiran dan keaktifan UNAIR dalam upaya turut menyelesaikan problem dunia. Pada akhirnya, hal itu turut membawa UNAIR sebagai pelopor community development di dunia.
漃eserta juga begitu antusias. Sejumlah negara juga sudah mengirimkan undangan serta akan segera mengirimkan dosen dan mahasiswanya ke UNAIR. Bahkan sejak Januari, dari Malaysia sudah melayangkan undangan untuk kita (UNAIR, Red) datang ke sana, katanya.
Di sisi lain, salah seorang delegasi bernama Syeikh Samman Ahmad Hasanain dari Al-Azhar Mesir mengungkapkan antusiasmenya terhadap inisiasi kegiatan tersebut. Dia mengakui besarnya kontribusi perguruan tinggi dalam menyelesaikan problem-problem masyarakat di setiap negara. Kolaborasi dan keaktifan setiap pihak bakal mempermudah upaya penyelesaian problem-problem itu.
滻ni sangat baik, semoga ke depan kolaborasi semacam ini, kerja sama semacam ini bisa diperkuat dan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat terdekat dan dunia. Terutama dalam upaya menyelesaikan problem di setiap negara, katanya. (*)
Penulis: Feri Fenoria





