51动漫

51动漫 Official Website

UNAIR Jawab Tantangan Global Lewat Riset dan Aksi Nyata Berbasis SDGs

Sesi penyampaian materi oleh Dian Ekowati SE M Si M AppCom(OrgCh) Ph.D dalam Seminar Internasional ICATAM & IPACT 2025
Sesi penyampaian materi oleh Dian Ekowati SE M Si M AppCom(OrgCh) Ph.D dalam Seminar Internasional ICATAM & IPACT 2025 (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS51动漫 (UNAIR) semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui integrasi riset, pengabdian, dan kolaborasi internasional. Komitmen tersebut terwujud melalui terselenggaranya seminar internasional ICATAM & IPACT 2025. Acara tersebut berlangsung pada Jumat (26/9/2025), bertempat di Aula Candradimuka Gedung Nano, Kampus MERR-C UNAIR.

Hadir dalam forum internasional itu, hadir Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP), Dian Ekowati SE M Si M AppCom(OrgCh) PhD. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama menjawab tantangan global. 

UNAIR mencatat prestasi penting pada publikasi internasional terkait SDGs. Khusus SDG 1 (No Poverty), UNAIR masuk peringkat global top 3% dalam jumlah publikasi. UNAIR juga aktif menjalin kerja sama dengan mitra dari negara berpendapatan menengah ke bawah.

淓mbedding SDGs dalam riset bukan hanya soal angka publikasi, tetapi bagaimana riset itu memberi solusi nyata bagi masyarakat dan dunia, terangnya. UNAIR juga menghadirkan program nyata untuk mendukung SDGs, di antaranya Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) yang melayani 86 pulau. Hak tersebut sejalan dengan SDG 3 yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera. 

Selain itu, UNAIR juga memiliki fasilitas penitipan anak dan mentoring mahasiswa melalui Griya Khadijah yang sejalan dengan SDG 5 Kesetaraan Gender. Kemudian, UNAIR juga aktif memberikan dampak pada masyarakat lewat pembangunan akses air bersih dan pengolahan limbah di Pulau Gili Iyang. Kondisi tersebut sejalan dengan SDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layak.

淜olaborasi bukan hanya tentang berapa banyak pihak yang terlibat, tetapi bagaimana kita membangun kerja sama yang adil, inklusif, dan berdampak. Masalah paling kompleks hanya bisa dijawab dengan solusi yang paling kolaboratif, ujarnya.

UNAIR juga telah mengintegrasikan SDGs ke dalam kurikulum, tata kelola, dan pengabdian masyarakat. Program seperti kuliah kerja nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK), festival SDGs, hingga pemberdayaan UMKM dijalankan untuk memberi dampak langsung ke masyarakat. Pada tata kelola kampus, UNAIR mengembangkan inisiatif hijau, energi terbarukan, serta kebijakan inklusif.

Sebagai penutup, ia menegaskan peran UNAIR di level global. 淯NAIR harus hadir bukan hanya sebagai universitas berkelas dunia, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas persoalan global yang dihadapi umat manusia, pungkasnya

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT