UNAIR NEWS Monash University kembali bertandang ke 51动漫. Selain membahas hubungan kerja sama antara keduanya, kedua kampus ini terus meningkatkan tiga bidang potensi yang selalu dilakukan dalam kerjasama internasional. Ketiga bidang tersebut adalah publikasi jurnal internasional, pertukaran mahasiswa dan staf, serta international mobility, terutama untuk visiting professor.
Pada kesempatan yang dilakukan di Ruang Sidang Pleno Gedung Rektorat UNAIR, Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso, dr., Ph.D., Sp.PD., K-GH., FINASIM., memaparkan, saat ini UNAIR terus menjalani kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri.
滽erja sama dengan Monash University telah terjalin sejak beberapa tahun lalu dan telah habis masa berlakunya pada tahun 2017. Kunjungan kali ini dapat menjadi kesempatan untuk mempertimbangkan perpanjangan perjanjian kerjasama yang pernah dibuat, terang Djoko.
Menambahkan pernyataan Djoko, sekretaris Airlangga Global Engagement UNAIR Dian Ekowati SE., M.Si., M.AppCom(OrgCh)., Ph.D., mengatakan, kerjasama yang terjalin dengan Monash University sudah cukup banyak. Mulai dari level individu maupun untuk level kelompok.
Pada tahun 2005 silam, Dian menjelaskan bahwa UNAIR dan Monash University telah menjalin kerjasama dalam hal pengembangan universitas. Hal itu diwujudkan melalui Technological and Profesional Skill Development Projek (TPSDP).
淲aktu itu sebanyak 12 orang perwakilan dari UNAIR dikirim ke Monash University untuk mendapatkan pelatihan di bidang research management university leadership, quality insurance, curiculum development, terangnya.
Secara aktual, menurut Dian, pihak rektorat mendorong semua bagian di lingkungan UNAIR baik di level departemen, prodi, maupun fakultas untuk menjajaki kerjasama dengan Monash University. Selanjutnya, untuk mengejar internasionalisasi universitas, dibutuhkan langkah-langkah yang dinyatakan dengan kerja bersama-sama.
淢isalnya faculty exchange, bisa visiting profesor, exchange staff baik itu akademik maupun staf pendidikan maupun juga mahasiswa. Itu langkah yang harus dilakukan, pungkasnya.
Penulis : Helmy Rafsanjani
Editor : Nuri Hermawan





