n

51

51 Official Website

UNAIR Luluskan Doktor Asal Gaza Palestina

Ujian doktor
Ahmed Muhammad Omar Al Madani saat menjalani ujian doktor di FISIP UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Sebagai kampus kelas dunia, mahasiswa yang menempuh studi di 51 tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari berbagai belahan dunia. Salah satunya, Ahmed Muhammad Omar Al Madani. Mahasiswa asal Gaza, Palestina yang akarab disapa Ahmed itu menyelesaikan studi dengan menjalani ujian doktor terbuka di Ruang Adi Sukadana, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR pada Senin (16/7).

Pada sidang doktoralnya, mahasiswa S3 Ilmu Sosial FISIP UNAIR itu mengusung disertasi dengan judul HAMAS AND IRAN : A STRATEGY ALLIANCE BETWEN A STATE AND A NON STATE ACTOR (2005-2015). Mengenai perjalanan panjang Ahmed saat sebelum studi hingga saat ini, ia mengatakan bahwa terhitung sejak November 2013 ia resmi menjadi mahasiswa UNAIR.

Ia menempuh studi dengan mendapatkan Beasiswa Unggulan untuk mahasiswa asing yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perjalanan yang tidak mudah sering dijalani Ahmed sebelum studi di Indonesia. Salah satunya proses untuk keluar dari negaranya.

Seperti yang pernah Ahmed tuturkan kepada UNAIR NEWS seharusnya ia tiba di Indonesia dan melangsungkan kegiatan perkuliahan pada September 2013. Namun, keadaan yang ada di negaranya membuat ia harus tertahan hingga November 2013.

Untuk keluar dari Gaza, saya harus melewati Rafah Border. Rafah Border merupakan pembatas antara Gaza dan Mesir. Rafah Border selalu tertutup dan hanya orang orang tertentu yang bisa mengaksesnya, ungkapnya.

Setiap hari Ahmed datang ke Rafah Border untuk melakukan negoisasi pada penjaga disana agar ia bisa keluar dan terbang ke Indonesia. Tepat Bulan November 2013 setelah Negoisasi yang sulit akhirnya Ahmed berhasil melewati Rafah Border dan terbang ke Indonesia.

Waktu itu, hanya ada dua pilihan, aku tetap tinggal di Gaza dengan situasi yang seperti ini atau aku keluar dari Gaza dan membuat hidupku lebih baik, kenangnya.

Perjuangan itu tidaklah sia-sia, dihadapan para penguju Ahmed berhasil menyajikan disertasinya dengan baik. Dalam ujian yang dihadiri oleh Prof. Falih Suaedi selaku Dekan FISIP UNAIR, Prof. Ramlan Surbakti selaku dosen Ilmu Politik dan promotor, beserta jajaran penguji lainnya, Ahmed memberikan paparan seputar strategi aliansi antara Hamas dan Iran.

Secara lebih lanjut, imbuhnya, dalam disertasi itu ia mencoba menjabarkan tujuan dari hubungan antara Hamas dan Iran, serta dampak yang ditimbulkan terhadap negara Palestina atas konflik yang terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iran membina hubungan dengan Hamas atas dasar Agama kepada masyarakat Sunni. Iran dan Hammas juga membatasi Hubungan sebatas ranah politik saja, paparnya.

Berkat disertasinya yang sangat baik, panitia penguji menyatakan bahwa ia diterima dan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Dengan ini Ahmed dinobatkan menjadi doktor ke-214 FISIP 51.

Penulis: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT