UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) resmi meluncurkan Airlangga Institute for Learning and Growth (AILG) sekaligus merilis hasil riset kolaborasi nasional. Gelaran tersebut berlangsung di Hall Majapahit lantai 5 ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B UNAIR, Jumat (24/1/2025). Hadir dalam gelaran, sejumlah pimpinan UNAIR serta pimpinan beberapa lembaga di Jawa Timur, antara lain BRINDA, Bank Jatim, PT Pelindo, dan lembaga lainnya.
Rektor UNAIR Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak menuturkan bahwa berdirinya AILG menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengintegrasikan sumber daya yang UNAIR miliki. 淭entu integrasi ini menjadi penting, sehingga kami rasa perlu me-launching ini secepatnya. Kami mencoba memberikan yang terbaik dengan cara efisien, sehingga kami mengundang expert di UNAIR untuk terlibat di AILG ini, ujarnya.
Dampak Lebih Besar
Lebih lanjut, Guru Besar ) UNAIR itu mengatakan bahwa dengan integrasi dan sistem yang lebih terstruktur, harapannya UNAIR dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat. 淏arisannya harus rapi, pembagian peran dan fungsi harus rapi. Konsolidator yang mengekstraksi juga harus kuat. Dengan begitu kita bisa memberikan impact lebih besar lagi, imbuhnya.

Prof Nasih melanjutkan, dalam AILG nantinya pakar-pakar UNAIR dapat menuangkan ide, gagasan, dan pikiran dalam bentuk kebermanfaatan, termasuk riset dan pengabdian masyarakat. 淧akar-pakar kita sangat banyak dan berpengalaman dari segi riset inovasi dan lain sebangainya. Ini harapan kita semua. Ada beberapa yang secara teknis sudah memulai, kawan-kawan di fakultas, lembaga, badan-badan di UNAIR, untuk mendorong supaya bisa mengonsolidasikan sumber daya yang ada dengan baik, ucapnya.
Senada dengan Prof Nasih, Ketua AILG Dr Eko Supeno Drs M Si menuturkan bahwa terbentuknya AILG menjadi wujud komitmen UNAIR untuk berkontribusi bagi negara. 淒engan AILG, semoga kita dapat memberikan yang terbaik untuk Indonesia yang lebih tertata, lebih baik di mana depan, katanya.
Sesi peluncuran AILG berlanjut dengan rilis riset nasional, kolaborasi UNAIR dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hasil riset tentang sikap toleransi masyarakat Indonesia terhadap gratifikasi itu disampaikan langsung oleh Dr Eko. Dalam hal ini, UNAIR terpilih sebagai satu di antara 40 perguruan tinggi yang terlibat penelitian.
Selain Dr Eko, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat dan Institusi AILG, Dr Bayu Arie Fianto SE MBA PhD juga memaparkan hasil riset tentang Sustainable Development Goals (SDGs). Riset yang ia paparkan bertajuk Kajian Percepatan Capaian Pilar Sosial pada TPB/SDGs Indonesia bersama KEMENKO PMK. Kegiatan peluncuran AILG ini ditutup dengan sesi tanya jawab antara audiens dengan pemateri.
Penulis: Yulia Rohmawati





