UNAIR NEWS resmi mengisi kursi Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Periode 2020-2025usai diambil sumpah pada Senin (4/8/2020). Menurutnya, inspirasi dan strategi pengembangan bidangnya ke depan menarget pada pencapaian UNAIR menjadi bagian dari Global Academic Community.
Maknanya, UNAIR mendorong diri menjadi komunitas global yang kuat dalam bidang akademik. Termasuk di dalamnya adalah bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
滽emajuan teknologi yang pesat berimplikasi pada munculnya tantangan dan inspirasi. Inspirasi itulah yang kita perkuat, kita manfaatkan dunia online dengan optimal, ujarnya.
Online
Prof Nyoman menyebut, ke depan online (teknologi) mesti dikembangkan untuk menawarkan potensi kepada masyarakat, baik di Indonesia maupun di internasional. Terutama agar mereka dapat bergabung dengan UNAIR melalui virtual program. Mengingat perkembangan teknologi komunikasi yang luar biasa di era milenial dan generasi milenial, UNAIR juga mempunyai peran kepada masyarakat tingkat global, Global Academic Community.
滼adi, dapat berupa berbagai hal. Misalnya, training, pengembangan soft skill, bisa juga kuliah bersama, katanya.
漇elain itu, siapa pun yang ada di seluruh dunia ini dapat mengambil kuliah di UNAIR. Belajar bersama UNAIR di mana kekuatan UNAIR, kita tawarkan, imbuhnya.
Terkait program akademik internal, menurut Prof Nyoman, saat ini seluruh aktivitas diarahkan pada new norm atau(adaptasi kebiasaan baru). Karena itu, UNAIR akan melaksanakan blanded learning. Lebih banyak 70 persen aktivitas online, sementara 30 persen offline.
滽ita berharap Covid-19 berhenti, tapi sistem ini tidak akan kita hentikan. Kita akan terus berinovasi di kegiatan ini agar bisa melayani masyarakat nasional maupun internasional, ungkapnya.
Lama Berkecimpung
Kiprah Prof Nyoman di bidang akademik sebenarnya sudah cukup lama. Ia mulai meniti karir sebagai dosen pada 1986 dan menjadi PNS pada 1987. Selanjutnya, tahun 2006 Prof Nyoman diamanhi menjadi wakil dekan I Fakultas Sains dan Teknologi (FST).
漇aat itu juga UNAIR sebetulnya juga statusnya menjadi perguruan tinggi BHMN. Jadi, bukan PTNBH seperti sekarang ini. Pada waktu itu BHMN statusnya, tahun 2006, sehingga terjadi restrukturisasi di UNAIR. Salah satunya adalah dibentuknya direktorat pendidikan, kenangnya.
Prof Nyoman kali pertama mendapatkan amanah menjadi direktur pendidikan pada awal menjadi perguruan tinggi BHMN pada 2007, saat itu baru setahun menjadi Wadek I FST. Bahkan amanh sebagai direktur pendidikan berlanjut sampai pada 2010 dan diamanahi kembali sampai pada 2015.
Pada 2017, Prof Nyoman menjadi eksekutif director di Airlangga Global Engagement (AGE). Berlanjut pada 2019, ada pergantian antar waktu (PAW) wakil rektor I UNAIR karena Prof Djoko dimanahi sebagai ketua Senat Akademik. PAW bulan Desember sampai dengan pergantian pemilihan rektor baru Prof Nyoman mengisi kursi wakil rektor.
滼adi, sekitar 6 sampai 7 bulan dari bulan Desember 2019 sampai dengan Juli (2020), ujarnya.
Pesan untuk Sivitas Akademika
Prof Nyoman mengakui bahwa ke depan ada beragam tantangan baru yang tidak mudah dihadapi UNAIR. Kepada seluruh civitas akademika UNAIR, ia berpesan harus berpikir cepat dan tanggap. Cepat tanggap dalam berbagai hal perubahan di ilmu pengetahuan dan teknologi, juga berbagai hal kehidupan sosial masyarakat.
漇ehingga ada sesuatu hal, langsung bisa membantu untuk menjadi problem solver. Jadi, menyelesaikan permasalahan di masyarakat, tuturnya.
Soal amanah yang diberikan rektor, Prof Nyoman berkomitmen untuk memegangnya dengan sungguh, terutama dengan dukungan dari seluruh pihak. Tugasnya, lanjut dia, adalah menguatkan yang sudah dilaksanakan sebelumnya dan prestasi sebelumnya. Di sisi lain, tentu berupaya meningkatkan yang sudah ada. Termasuk juga mengkreasikan inovasi baru untuk sebuah terobosan-terobosan yang telah dicanangkan rektor.
漇elain diperkuat, ditingkatkan. Dan, semoga amanah yang beliau berikan kepada saya tetap bisa saya laksanakan dengan baik. Tentu, melanjutkan yang sudah bagus di masa yang lalu, hasil-hasil sudah terbukti. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kami untuk menguatkan dan meningkatkan, ujarnya. (*)
Penulis: Feri Fenoria





