51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

UNAIR-UCSI Malaysia Gelar Pengmas Pelatihan Gamifikasi bagi Guru SD Candisari, Lamongan

51¶¯Âþ (UNAIR) bersama UCSI University Malaysia, telah melaksanakan pengabdian masyarakat kepada Persatuan Guru Sekolah Dasar Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, Lamongan (Foto: Istimewa)
51¶¯Âþ (UNAIR) bersama UCSI University Malaysia, telah melaksanakan pengabdian masyarakat kepada Persatuan Guru Sekolah Dasar Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, Lamongan (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS “ Pembelajaran dengan memanfaatkan permainan secara inheren berhubungan dengan perancangan pembelajaran yang baik. Pada era ini, permainan memiliki banyak hal positif untuk peningkatan mutu pembelajaran yang lebih baik. Teori pembelajaran kontemporer mensyaratkan bahwa guru perlu menyesuaikan diri dalam pengembangan metode pembelajaran, terutama pada materi yang membutuhkan peningkatan minat pembelajaran siswa.

Setiap aktivitas guru memiliki pengaruh yang besar terhadap pendidikan. Sebagai mediator transfer pengetahuan, peran guru tampaknya perlu ditingkatkan. Fenomena yang ditemukan di lingkungan guru sekolah dasar di Candisari, Lamongan, menunjukkan bahwa belum banyak guru yang menggunakan gamifikasi sebagai metode pengajaran. Gamifikasi adalah penerapan aspek desain permainan pada pembelajaran yang umumnya tidak melibatkan permainan. Untuk meningkatkan keterlibatan pelajar milenial dalam pembelajaran kesehatan, gamifikasi semakin banyak digunakan sebagai pelengkap praktik pengajaran tradisional dalam pendidikan kesehatan.

Kegiatan pengmas gamifikasi pada persatuan guru SD Candisari Lamongan (Foto: Istimewa)
Kegiatan pengmas gamifikasi pada persatuan guru SD Candisari Lamongan (Foto: Istimewa)

51¶¯Âþ (UNAIR) bersama UCSI University Malaysia, telah melaksanakan pengabdian masyarakat kepada Persatuan Guru Sekolah Dasar (SD) Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, Lamongan. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka meningkatkan keterlibatan guru dalam penggunaan gamifikasi dengan konten stunting, untuk meningkatkan hasil pembelajaran topik ini pada siswa sekolah dasar. Melalui pengabdian masyarakat ini, diharapkan gamifikasi berfungsi di dalam kelas agar siswa mampu mengekspresikan pemahaman terhadap penjelasan yang di paparkan melalui gamifikasi untuk peningkatan motivasi dan keterlibatan siswa.

Tahap awal pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan di kampus UCSI Kuala Lumpur, melalui forum group discussion (FGD) bersama guru-guru di wilayah Kuala Lumpur yang diundang ke kampus UCSI dan berdiskusi dengan perwakilan akademisi dari UCSI dan UNAIR. Perwakilan dari academia UNAIR terdiri dari dua dosen dan dua belas mahasiswa UNAIR. Dari FGD ini kami menyimpulkan bahwa penyampaian materi pendidikan berbasis daring atau luring, terutama di wilayah dengan keterbatasan internet, memerlukan suatu metode pembelajaran baru yang mampu melibatkan peran aktif siswa.

Pada tahap pelaksanaan kegiatan bersama Persatuan Guru SD di Candisari, Sambeng, Lamongan, kami memberikan pelatihan kepada guru tentang materi stunting dan pengetahuan praktis yang harus dipahami siswa SD agar terhindar dari stunting. Salah satu contoh gamifikasi yang kami rancang untuk siswa SD adalah permainan ular tangga dengan konten tentang isu pencegahan stunting.

Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan implementasi. Kegiatan awal adalah sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman awal kepada guru sebelum mereka mampu menyusun topik pembelajaran tentang Kesehatan menjadi materi gamifikasi. Selanjutnya, guru diberikan materi pelatihan dan pengembangan untuk diterapkan pada desain gamifikasi yang sesuai dengan topik.

Metode pendampingan dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan supervisi yang melekat pada guru. Pendampingan dilakukan secara langsung dengan melakukan pelatihan dan mempraktikkan gamifikasi yang dihasilkan oleh guru dalam suatu kelompok. Selain secara langsung, pendampingan juga dilakukan melalui fasilitas daring.

Penyusunan metodologi gamifikasi dalam pelatihan ini adalah bagaimana cara penyampaian materi pendidikan kesehatan yang paling mudah dan menyenangkan melalui modifikasi permainan tradisional, misalnya mengubah permainan tradisional yang disebut “ular tangga” menjadi permainan yang mengandung pesan pendidikan kesehatan. Hal ini akan melatih siswa untuk menyerap materi pendidikan kesehatan dengan cara yang menyenangkan, melibatkan aktivitas fisik, mengandung nilai-nilai kompetisi yang baik, dan menghargai kebersamaan dengan teman sekelas.

Dari kegiatan ini, kami berharap guru-guru di daerah dengan akses internet yang terbatas mampu mengubah konten pendidikan apa pun menjadi konten gamifikasi, dalam bentuk permainan kelas yang menyenangkan bagi siswa dan mempercepat penyerapan informasi baru oleh siswa, dengan cara yang mudah, murah, dan tidak memerlukan internet. Kerja sama UNAIR dan UCSI University dalam pengembangan media Pendidikan ini diharapkan akan terus berlanjut untuk pengembangan metode dan alat pembelajaran berbiaya rendah.

Penulis: Tim Pengabdian Masyarakat UNAIR-UCSI

AKSES CEPAT