UNAIR NEWS颅 Hasil seleksi mahasiswa baru 51动漫 jalur mandiri resmi diumumkan pada Kamis (19/7). Pengumuman itu dapat diakses mulai pukul 17.00 melalui laman ppmb.unair.ac.id. Terkait dengan pengumuman tersebut, Rektor 51动漫 Prof. Dr. Muhammad Nasih, S.E., MT., Ak., CMA., menggelar jumpa pers di Hall Lantai 4, Gedung Rektorat 51动漫.
Di hadapan awak media Prof. Nasih mengatakan bahwa total calon mahasiswa 51动漫 yang mendaftar melalui jalur mandiri mencapai 15.000 pendaftar. Dari jumlah itu, imbuhnya, UNAIR menerima 1.560 calon mahasiswa baru.
淎rtinya, yang belum diterima cukup banyak sekitar 14.000 pendaftar. Kepada yang tidak diterima, saya mengimbau untuk tidak bersedih hati. Tentu masih banyak kesempatan. Kalau tetep ingin masuk kuliah ke UNAIR ya, ikut jalur D3, tuturnya.
Selanjutnya, imbuh Prof. Nasih, total kuota yang diterima jalur mandiri sekitar 30 persen dari jumlah mahasiswa baru 2018. Untuk sisa kuota dari jalur SBMPTN tidak terlalu banyak, sekitar 100 kursi.
淒ari hasil analisis nilai yang ada, peserta dengan nilai tertingginya berasal dari eksakta dengan nilai 717 poin dari nilai SBMPTN. Yang bersangkutan diterima di Fakultas Kedokteran (FK), imbuhnya.
Kemudian Prof. Nasih juga mengimbau kepada seluruh calon mahasiswa baru untuk segera mulai melakukan registrasi di website regmaba.unair.ac.id mulai Kamis 19 Juli sampai Minggu 22 Juli 2018. Sebab hal itu akan digunakan untuk mengambil keputusan berikutnya terkait mahasiswa jalur mandiri yang tidak daftar ulang.
淛ika jumlahnya banyak, UNAIR akan membuka putaran ketiga untuk mengisi. Yakni, ranking dibawahnya langsung mengisi. UNAIR tidak akan membuka pendaftaran baru, tapi mengambil dari ranking di bawahnya, papar Prof. Nasih.
Pada akhir, terkait dengan Uang Kuliah Awal (UKA), Prof. Nasih mengatakan bahwa UKA pendaftar FK rata-rata 110 juta. Terbanyak 70 juta sekitar 35 orang. Yang tertinggi 500 juta ada satu orang.
淎da pendaftar dengan UKA 800 juta tapi tidak diterima. Artinya penentuan penerimaan jalur mandiri tetap berpatok pada kulitas, pungkasnya.
Penulis: Feri Fenoria
Editor: Nuri Hermawan





