Sebuah hasil penelitian ilmiah terbaru mengungkap masih rendahnya kepatuhan waria dalam menjalani Voluntary Counseling and Testing (VCT) HIV di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Studi yang dipublikasikan pada Januari 2026 ini menunjukkan bahwa sebanyak 51,7 persen waria belum patuh mengikuti VCT secara rutin, meskipun kelompok ini tergolong populasi kunci dengan risiko penularan HIV yang jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.
Penelitian ini menyoroti pentingnya faktor pengetahuan dan sikap individu terhadap HIV dan layanan VCT. Waria dengan pengetahuan yang kurang memadai memiliki risiko hampir enam kali lebih besar untuk tidak menjalani VCT, sementara sikap negatif terhadap layanan VCT meningkatkan risiko ketidakpatuhan hingga lebih dari tujuh kali lipat. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman yang benar tentang HIV masih menjadi fondasi utama dalam mendorong perilaku pencegahan yang sehat.
Selain faktor individu, dukungan keluarga terbukti memainkan peran penting. Waria yang tidak mendapatkan dukungan dari keluarga memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk tidak patuh menjalani VCT. Kondisi ini mencerminkan masih kuatnya stigma dan keterbatasan penerimaan di lingkungan keluarga, yang pada akhirnya memengaruhi keberanian waria untuk mengakses layanan kesehatan terkait HIV.
Dukungan teman sebaya dan keterlibatan dalam organisasi komunitas juga menjadi faktor penentu yang signifikan. Penelitian menemukan bahwa waria yang tidak tergabung dalam organisasi memiliki risiko hampir 16 kali lebih besar untuk tidak menjalani VCT. Organisasi komunitas dinilai mampu menyediakan ruang aman, memperkuat solidaritas, serta memfasilitasi akses informasi dan layanan kesehatan HIV secara berkelanjutan.
Berdasarkan temuan ini, perlunya penguatan intervensi berbasis komunitas, peningkatan edukasi HIV yang inklusif, serta pelibatan keluarga dan organisasi waria dalam program pencegahan HIV. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung pencapaian target nasional dan global dalam mengakhiri epidemi AIDS pada tahun 2030.
Penulis: Eny Qurniyawati
Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat pada:
Eny Qurniyawati, Saniya Daara Faaliha, Rouwida ElKhalil, Riska Ratnawati (2026). Factors Influencing Voluntary Counseling and Testing Compliance Among Transgender Women. Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 26 (1), 9 – 16. 10.18196/mmjkk.v26i1.28368





