UNAIR NEWS – Pada hari Selasa, tanggal 13 Januari 2026, sejumlah mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi bersama dengan Posyandu Dusun Yosowinangun mengenai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 20 orang ibu beserta anak balitanya, serta turut dihadiri oleh lansia setempat.
Kegiatan sosialisasi dan edukasi MP-ASI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemberian MP-ASI yang tepat sesuai usia dan kebutuhan gizi sang buah hati. Sesuai dengan SDGS ketiga, yaitu Good Health and Well-Being, materi yang disampaikan oleh mahasiswa meliputi pengertian MP-ASI, waktu pemberian yang tepat sesuai usia balita, komposisi gizi seimbang, serta contoh menu MP-ASI sehat yang mudah dibuat. Semua peserta yang hadir dengan balita turut mendengarkan materi yang disampaikan.
淜egiatan sosialisasi MP-ASI ini sangat membantu ibu-ibu dalam memahami pentingnya pemberian MP-ASI yang benar dan tepat sesuai usia balita. Edukasi seperti ini perlu terus dilakukan sebagai upaya penurunan stunting di Desa Jajag, ucap Bidan Dusun Yosowinangun setempat.
Antusiasme peserta yang terdiri dari ibu-ibu beserta balitanya dan lansia setempat terlihat dari keaktifan ibu-ibu dalam saling diskusi , mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman terkait pemberian MP-ASI kepada anak mereka. Diskusi interaktif ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap tumbuh kembang balita dan kesehatan keluarga. Mahasiswa BBK 7 UNAIR juga memberikan edukasi tambahan mengenai pentingnya kebersihan dalam pengolahan makanan, pola makan yang beragam, serta pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Good Health and Well-Being, yang bertujuan untuk menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua usia. Melalui edukasi MP-ASI yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan status gizi balita, menurunkan risiko stunting, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDGs poin ke-2, yaitu Zero Hunger, khususnya dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi anak sejak usia dini.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi kesehatan ibu dan anak di Dusun Yosowinangun. Mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap edukasi yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa mendatang.
Penulis : Pradana Setiyadi BBK 7 Desa Jajag





