51动漫

51动漫 Official Website

UPTD Kampung Anak Negeri Sebagai Wujud Implementasi Pemkot Surabaya dan BEM FEB UNAIR

UNAIR NEWS – Faktor kemiskinan masih menjadi salah satu penyakit suatu negara. Adanya kemiskinan menjadi salah satu penyebab sering abainya orang tua, sehingga banyak anak di usia yang menginjak waktu sekolah dihabiskan waktunya untuk terlantar di jalanan.

Hal ini Pondok Sosial Kampung Anak Negeri, Dinas Sosial (Dinsos) Surabaya, yang bertempat di jalan Wonorejo, pemkot membina anak-anak jalanan, anak putus sekolah, hingga anak-anak dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Pada kesempatan tersebut, BEM FEB UNAIR menggelar StreeTalks bagian dari Acara Kita Peduli berupa seminar yang dikemas dalam bentuk Live Instagram pada Jum檃t (28/10/22). Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan awareness mengenai eksploitasi anak dan trafficking child pada kaum marginal terutama anak-anak jalanan di Surabaya dengan mengundang narasumber Cholik Anwar, Kepala UPTD Kampung Anak Negeri.

Saat ini Kampung Anak Negeri ditinggali sebanyak 35 anak yang berasal dari anak jalanan dan anak terlantar. Mereka berusia rata-rata mulai dari tujuh hingga tujuh belas tahun. Program yang diberikan adalah sekolah wajib tuntas sembilan tahun. Ada juga yang sudah lulus SMK dan bekerja di salah satu hotel di Surabaya. Sementara itu, bagi anak yang mengalami putus sekolah atau drop out  akan diikutkan kejar paket. 

Dalam kesehariannya, Kampung Anak Negeri disibukkan dengan aktivitas sholat subuh berjamaah, membersihkan kamar, sarapan dan sekolah. Di malam hari, mereka berkegiatan baca tulis al Quran dan ditambah kegiatan pelatihan minat bakat melalui latihan tapak suci, tinju, musik band, seni lukis, balap sepeda dan tenis meja. 

Tak pelak, banyak dari mereka yang telah berhasil menorehkan berbagai prestasi, baik tingkat kota maupun regional. salah satunya meraih kejuaraan tinju di tingkat regional Jawa Timur, Dari tingkat Kota Surabaya kejuaraan tapak suci, balap sepeda dan Trophy ketua ISSI Jawa Tengah. Terbukti Kampung Anak Negeri memiliki potensi yang diberi perhatian dan proses pembinaan yang baik. 

Awal mulanya UPTD sendiri berdiri sejak tahun 2009, yang diupayakan Pemkot Surabaya dalam keseriusannya memperhatikan kualitas masa depan anak Indonesia terutama Surabaya. Semua anggaran kebutuhan Kampung Anak Negeri termasuk uang saku dipenuhi oleh Pemkot Surabaya. Di sisi lain Kampung Anak Negeri juga menerima bantuan ulur tangan dan donasi dari luar.

Jika dilihat Anak Kampung Negeri berasal latar belakang keluarga broken home dan yang paling basic adalah perihal kesulitan ekonomi. Cangkupan asal anak-anak berasal dari razia satpol PP lalu dikumpulkan di posko untuk di data identitas diri dan di survei ke keluarga asalnya, agar dapat diberi izin untuk dibina di Kampung Anak Negeri. Diharapkan anak-anak yang keluar dari Kampung Anak Negeri yang telah menuntaskan sekolah dan bisa bekerja dapat bermanfaat bagi sekitar, lalu kembali ke keluarga asalnya.

淧esan saya semua anak berhak mendapatkan kesetaraan yang sama dengan anak-anak lainnya, ada hak yang harus diberikan karena dasarnya anak adalah titipan dari Tuhan. Maka dari kita harus memberikan yang terbaik, pungkas pengurus UPTD Kampung Anak Negeri.

Penulis: Mutiara Rachmi Karenina

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT