UNAIR NEWS – Angkita Wasito Kirana patut berbangga. Usaha dan kerja kerasnya selama menempuh studi S-2 (Master) akhirnya membuahkan hasil. Perempuan kelahiran Kota Surabaya, 20 Mei 1989 ini, dalam wisuda 51动漫 edisi Desember 2017, dinyatakan sebagai wisudawan terbaik S-2 Fakultas Ilmu Budaya UNAIR. Ia meraih IPK 3,92.
Mengangkat tesis dengan judul The Relationship Of Reading Deviation And Reading Comprehension Of Dyslexic Adolescents In Galuh Handayani Inclusive School, ia mencoba mengkaji kemampuan membaca di kalangan remaja disleksia. Harapannya, dengan mengkaji hal tersebut ia bisa memberikan sebuah solusi.
淗asil dari penelitian ini diharapkan dapat membantu lebih memahami proses membaca mereka. Sehingga dapat membantu untuk mengatasi kekurangan mereka, papar Angkita.
Ditanya mengenai kesibukan selama studi, Angkita berkisah bahwa ia pernah menjadi editor Etnolingual, jurnal milik Magister Ilmu Linguistik. Selain itu, perihal trik dan tips lulus terbaik, ia mengaku selalu memberikan usaha terbaik untuk setiap tugas yang diberikan, tanpa harus begitu memikirkan hasil akhirnya.
淒alam setiap usaha, jika dapat bagus berarti usahanya membuahkan hasil bagus. Jika hasil kurang bagus, berarti masih butuh berusaha lebih keras lagi dan belajar dari pengalaman, katanya.
Tidak hanya itu, tulus dalam berteman dengan banyak orang menjadi cara yang Angkita lakukan. Sebab memiliki banyak teman, bagi anak pertama dari dua bersaudara itu sangat menguntungkan. Selain bisa menghibur dengan berbagai obrolan saat jenuh dengan tugas dan banyak pikiran, teman bisa membantu saat menemui kebuntuan ketika mengerjakan tugas/penelitian.
漃okoknya dalam berteman harus tulus, kepada siapapun, tegas Angkita.
Di akhir wawancara, perempuan penghobi bermain gitar ini kembali menegaskan, keseluruhan masa kuliah adalah pengalaman yang menarik. Berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki karakter yang sangat berbeda, juga memberikan berbagai pengalaman berharga. (*)
Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Binti Q. Marsuroh.





