51动漫

51动漫 Official Website

Usung Genderless Fashion, BEM FEB UNAIR Kampanyekan Bebas Berkain

BEM FEB UNAIR kampanyekan bebas berkain sebagai bentuk dukungan terhadap kesetaraan gender. (Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Budaya berkain telah lama ada di Indonesia dan menjadi salah satu identitas bangsa. Pada zaman dahulu, kain tradisional banyak digunakan oleh perempuan atau bangsawan. Namun kali ini, lewat kampanye Social Action, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB UNAIR) ingin menghapus stigma tersebut.

Ketua Pelaksana Social Action 2022 Neny Mei Linawati mengungkapkan, kegiatan bebas berkain ingin menghapus stigma perihal kain hanya digunakan oleh perempuan saja. Menurutnya, laki-laki dapat menggunakan kain karena budaya berkain tidak hanya merujuk kepada suatu gender tertentu, melainkan umum atau unisex. Kegiatan bertagar #BebasBerkain itu berlangsung mulai 5 – 9 September 2022 dengan berkolaborasi bersama Komunitas Pemuda Berkain Surabaya.

Kampanye bebas berkain dilakukan dengan cara berfoto di luar ruangan menggunakan kain. Kampanye itu mengajak mahasiswa UNAIR serta masyarakat umum. Setelah itu, foto diposting di media sosial Instagram dengan menuliskan caption terkait gender equality. Tujuannya, menurut Neny, untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesetaraan gender.

Neny juga menyampaikan bahwa kegiatan bebas berkain itu menjadi salah satu upaya mendukung kesetaraan gender di Indonesia dalam bentuk genderless fashion. Kegiatan itu juga mendukung pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals ke-5.

Social Action memberikan wadah khususnya bagi anak muda melalui campaign 楨xpressing Yourself with #BebasBerkain, dengan harapan dapat membangun mindset dan menghapus stigma maskulin dan feminin dalam cara berpakaian, khususnya anak muda, ucap Neny.

Social Action menjadi wadah bagi mahasiswa FEB UNAIR untuk mengimplementasikan jiwa sosial dan rasa kepedulian terhadap isu-isu sekitar. Neny berharap, Social Action dapat membangun mindset masyarakat , khususnya anak muda, untuk peduli dengan kesetaraan gender. (*)

Penulis : Muhammad Ghufron Ariawan

Editor : Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT