UNAIR NEWS Komunitas Peradilan Semu (KPS) Fakultas Hukum () 51动漫 (UNAIR) kembali menyelenggarakan program kerja dua tahunan bergengsi. Program tersebut adalah National Moot Court Competition (NMCC) A.G. Pringgodigdo ke-X. Acara yang terselenggara meriah pada Senin (20/10/2025) bertempat di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya ini mengusung tema Membentuk Pemahaman yang Holistik bagi Mahasiswa Fakultas Hukum tentang Pengadilan Niaga sebagai Pilar Keadilan Ekonomi.
Dalam kompetisi kali ini, seluruh delegasi dari tahap penyisihan hingga final hadir langsung di Surabaya untuk berpartisipasi dalam simulasi peradilan niaga. Tidak hanya mengasah kemampuan teknis beracara, kompetisi ini juga bertujuan membentuk karakter calon penegak hukum yang adab, berintegritas, dan bermanfaat.
Wakil Dekan I FH UNAIR, Indrawati SH LLM memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan NMCC ke-X. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dengan semangat juang yang lebih besar dan relevan dengan isu-isu hukum kontemporer.
淪emoga ke depan NMCC dapat terus mengangkat kasus-kasus aktual, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami hukum secara teoritis, tapi juga sadar akan realitas sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, tutur Indrawati.
Simulasikan Perkara Pengadilan Niaga
Ludwig Elia Judika Sihombing selaku project officer NMCC X menjelaskan bahwa melalui kompetisi ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari hukum acara. Akan tetapi, juga memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi pengadilan niaga sebagai pilar penting dalam menegakkan keadilan di sektor ekonomi.

淒engan pesatnya pertumbuhan dunia bisnis di Indonesia, semakin banyak pula pihak-pihak yang berusaha mencari celah hukum demi keuntungan pribadi. Maka, mahasiswa perlu memahami bagaimana pengadilan niaga berperan menegakkan kepastian hukum di ranah bisnis, ungkap Ludwig.
Kembangkan Kasus Posisi Menjadi Solusi
Ludwig menambahkan bahwa setiap peserta diberikan kasus posisi yang berkaitan dengan persoalan pengangkutan menggunakan armada laut. Mengingat arah perkembangan perekonomian Indonesia yang bergerak menuju industrialisasi. Para peserta kemudian menganalisis, mengembangkan kasus tersebut menjadi persoalan hukum yang realistis, dan menentukan penyelesaiannya.
淢elalui simulasi ini, peserta belajar memahami bagaimana suatu tindakan dapat berkembang menjadi sengketa niaga dan bagaimana seharusnya terselesaikan melalui jalur hukum, jelasnya.
Pengadilan Niaga sebagai Forum Penyelesaian Sengketa Bisnis
Dalam pemaparannya, Ludwig juga menjelaskan bahwa pengadilan niaga merupakan pengadilan khusus di bawah lingkungan peradilan umum, yang menangani perkara berbeda dengan pengadilan perdata biasa.
淧ermasalahan hukum antar pelaku usaha seringkali kompleks dan membutuhkan penyelesaian yang cepat dan pasti. Di sinilah pengadilan niaga berperan penting menciptakan kepastian hukum bagi dunia usaha, paparnya.
Menurut Ludwig, kehadiran dewan juri dari kalangan ahli dalam kompetisi ini turut memperkuat pemahaman peserta mengenai karakteristik perkara niaga dan bagaimana proses penyelesaiannya dalam praktik.
Bangun Pengalaman yang Bermakna
Berbeda dengan gelaran sebelumnya yang hanya menghadirkan finalis, NMCC ke-X tahun ini menghadirkan seluruh delegasi sejak babak penyisihan. Hal ini, menurut Ludwig, bertujuan memberikan pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
淜ami ingin seluruh peserta mendapatkan kesan yang mendalam dan termotivasi untuk terus belajar dan menjadi penegak hukum yang beradab dan bermanfaat, ujar Ludwig.
Kegiatan ini kembali menegaskan peran NMCC A.G. Pringgodigdo sebagai wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pemahaman hukum, karakter, dan kepekaan terhadap keadilan ekonomi di Indonesia.
Penulis: Muhammad Afriza Atarizki
Editor: Yulia Rohmawati





