51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Video Edukasi Tentang Tingkat Pengetahuan Terkait Kosmetik dan Produk Perawatan Kulit Dermatitis kontak

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Dermatitis kontak (DK) merupakan manifestasi reaksi imunologis akibat paparan iritan maupun alergen yang sering kali berkaitan dengan penggunaan kosmetik dan produk perawatan kulit. Keterbatasan pemahaman mengenai kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko kesalahan penggunaan produk serta menghambat upaya preventif. Oleh sebab itu, edukasi menjadi instrumen krusial dalam membangun pemahaman komprehensif terkait etiologi dan pencegahannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi berbasis video dalam meningkatkan pengetahuan kaum perempuan mengenai dermatitis kontak akibat produk kecantikan.

Penelitian ini menggunakan metode studi cross-sectional dengan menggunakan data primer dari 100 civitas akademika perempuan berusia 17“45 tahun di 51¶¯Âþ, Surabaya. Tingkat pengetahuan responden diukur melalui kuesioner sebelum pemberian edukasi berbasis video dan sesudah pemberian edukasi berbasis video. Nilai pengetahuan diklasifikasikan menjadi tiga kategori: rendah (X < 16/20), sedang (16/20 ≤ X ≤ 17/20), dan tinggi (X > 17/20). Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank (SPSS versi 25). Pada tahap pretest, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan sedang sebanyak 61 orang, yang kemudian meningkat signifikan menjadi 88 orang pada tahap post-test. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan peningkatan nilai yang bermakna secara statistik setelah intervensi video dengan nilai p sebesar 0,008 (p < 0,05).

Hasil penelitian ini selaras dengan literatur terdahulu yang menegaskan bahwa kosmetik dan produk perawatan kulit merupakan pemicu utama dermatitis kontak, terutama pada individu dengan karakteristik kulit sensitif atau tipe atopik. Temuan ini menggarisbawahi urgensi integrasi langkah preventif dan inisiatif edukasi ke dalam strategi kesehatan masyarakat yang lebih luas. Melalui upaya tersebut, khususnya pada kelompok perempuan dewasa muda dengan frekuensi penggunaan kosmetik yang tinggi, diharapkan dapat lebih selektif dalam memilih produk untuk meminimalisir risiko terjadinya dermatitis kontak pada kulit. Intervensi edukasi melalui sarana video edukasi terbukti memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperluas pemahaman pada civitas akademika perempuan terkait risiko dermatitis kontak yang dipicu oleh penggunaan kosmetik maupun produk perawatan kulit.

Penulis: Dr.Damayanti,dr.Sp.DVE,Subsp.DAI

Informasi lengkap dari artikel ini dapat diunduh pada:

Video education on the knowledge of cosmetics and skin care contact dermatitis: A cross-sectional study
Muhammad Rizkinanda Prasetyo, Damayanti, Lilik Herawati, Sylvia Anggraeni

AKSES CEPAT