51动漫

51动漫 Official Website

Wagub Jatim: Kesehatan Mental Jadi Isu Serius Pasca Pandemi

Dr Ike Herdiana MPsi Psikolog (kiri) selaku moderator menyapa Wagub Jatim Emil Dardak (kanan) dalam Seminar Nasional (Foto: SS Youtube)

UNAIR NEWS – Adanya tren penurunan angka Covid-19 menjadi angin segar setelah hampir tiga tahun pandemi melanda dunia. Namun, berakhirnya status pandemi menuju pasca pandemi justru memunculkan masalah baru terkait kesehatan mental dan kondisi sosial masyarakat.

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Dr H Emil Elestianto Dardak BBus MSc mengungkap bahwa dampak dari Covid-19 bersifat multidimensional. 淭idak hanya berdampak pada sektor kesehatan atau ekonomi saja, tetapi juga psikososial baik pada penyintas atau non-penyintas, tuturnya dalam Seminar Nasional yang diadakan oleh Fakultas Psikologi pada Minggu (18/9/2022) via Zoom Meeting dan live streaming Youtube.

Dampak Psikososial

Beberapa aspek psikososial bagi penyintas Covid-19 antara lain penerapan kebijakan social distancing dan physical distancing; isolasi pada pasien positif; kecemasan, depresi, dan trauma; serta stigma-stigma di masyarakat. Stigma inilah yang menyebabkan penyintas seringkali mendapat perlakuan yang salah sehingga mereka enggan melakukan tes Covid-19, bahkan menutupi status kesehatannya.

Menurut Emil, ada dua kategori penyintas Covid-19 yakni orang yang sadar dan meminta orang lain menjauh atau orang yang tersinggung karena merasa dijauhi. Kala itu, penyintas varian Delta dianggap lebih berbahaya daripada varian Omicron.

淜ondisi seseorang saat (varian) Delta itu faktor dirinya yang ketakutan. Padahal, ini kan bahaya karena kita tidak bisa memberikan penanganan yang baik, ujar mantan Bupati Trenggalek Periode 2016-2019 tersebut.

Solusi dari Pemerintah

Emil menghimbau kepada masyarakat, khususnya Jawa Timur untuk memberikan dukungan sosial bagi para penyintas agar menumbuhkan rasa optimisme mereka. Sementara, pemerintah terus berupaya dalam pemulihan psikososial penyintas Covid-19 dengan membuat platform dukungan dan berbagi pengalaman; melakukan edukasi dan sosialisasi bahwa Covid-19 bukan aib; melakukan komunikasi terbuka; serta memberlakukan sanksi bagi pelaku diskriminasi terhadap penyintas.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur itu menekankan pentingnya isu kesehatan mental yang dimulai dari kesadaran diri sendiri dan orang lain. Ia juga mendukung civitas akademika UNAIR dalam melakukan penelitian melalui Call for Paper sebagai rangkaian acara seminar yang mengangkat tema 淧emulihan Psikososial dan Kesehatan Mental Pasca Pandemi.

淛adi yang kami harapkan dari kerja sama semua elemen nantinya dapat dijadikan masukan atau rekomendasi untuk Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan pemberdayaan masyarakat, tutupnya. 

Selain Emil, seminar tersebut mengundang pembicara Prof Dr Nurul Hartini SPsi MKes Psikolog selaku guru besar Fakultas Psikologi UNAIR dan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dr Bagus Takwin MHum.

Penulis: Sela Septi Dwi Arista

Editor: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT