UNAIR NEWS – Airlangga Online Career Fair (AOCF) 36th sebagai ajang bursa kerja berbasis daring yang diselenggarakan Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi, Kewirausahaan, dan Alumni (DPKKA) 51动漫 (UNAIR) berkolaborasi dengan selama dua hari pada rabu dan kamis (7-8/9/2022) melalui platform zoom meeting dan youtube.
AOCF 36th mengusung tema Job Hunt Can Be Fun. Tak ayal rangkaian acaranya pun dikemas sesuai dengan tema yakni menyenangkan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini terdapat tantangan khusus dalam sesi Career challenges yakni membuat cv digital dan 12 peserta terpilih akan direview oleh narasumber. Lalu nilai terbaik akan mendapat hadiah serta terdapat sesi one on one performance atau simulasi interview bersama HR practitioners. Di samping itu AOCF juga meliputi webinar series, wall of career, webinar company session, DPKKA career challenges, dan career training.
Direktur DPKKA Prof Dr Elly Munadziroh Drg MS dalam sambutannya mengungkapkan banyak terimakasih kepada 95 perusahaan ternama yang bergabung seperti Alfamart, Cimory, BRI dan lain-lain. 淜egiatan ini sebagai dedikasi kami untuk alumni agar dapat berkarir di perusahaan bapak atau ibu. Tahun ini menjadi tahun dengan perusahaan terbanyak yang bergabung AOCF. Hal ini artinya menunjukkan indikasi Indonesia telah bangkit dari pandemi,櫃 ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga menekankan bahwa UNAIR akan selalu terbuka untuk perusahaan mitra yang ingin bekerja sama. Sebab setiap minggu DPKKA juga kerap menyelenggarakan webinar. Elly juga meyakini bahwa UNAIR mampu menyajikan talenta-talenta yang kompeten dan layak. Pasalnya, mahasiswa telah dibekali hardskill dari fakultasnya masing-masing dan DPKKA telah menggenjot softskill-nya.
Selanjutnya Wakil Rektor Bidang Riset Inovasi dan Community Development UNAIR menambahkan terkait relevansi dan kompetisi para lulusan UNAIR. 淜ita semua selalu meningkatkan kompetensi dan relevansi mahasiswa. Sebagaima tema strategis UNAIR yang tertuang dalam smart university. Sustainable education for all sebagai salah satu cara bagaimana meningkatkan relevansi lulusan agar dapat memenuhi kebutuhan industri dan stakeholder yang lain, re-design kurikulum akreditasi internasional misalnya, ujar wakil rektor itu.
Ia menyarankan dalam memenuhi kebutuhan relevansi peningkatan produksi, aspek bisnis mitra dan memperpendek proses rekrutmen. Sebaiknya tidak hanya dalam momen ini saja penjaringannya. Namun, mendekatkan calon lulusan dengan tawaran program magang bersertifikat seperti skema MBKM ataupun mengajak dosen UNAIR untuk sama-sama mendesain kredensial mikro.
淪emacam mengembangkan kompetensi tertentu dalam bentuk pelatihan yang dapat memperkaya keilmuan studi mahasiswa atau misalnya penelitian antar mitra dan dosen, ujarnya.
Penulis: Viradyah Lulut Santosa
Editor: Khefti Al Mawalia





