n

51动漫

51动漫 Official Website

Warga Surabaya Diajak Mengenali Bahaya Leptospirosis

leptospirosis
Dokter spesialis dan konsultan radiologi Lailatul Muqmiroh memberikan penyuluhan kepada wraga tentang bahaya Leptospirosis. (Foto: Defrina Sukma S)

UNAIR NEWS Masyarakat perlu mewaspadai penyakit leptospirosis. Pasalnya, penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri Leptospira sp. ini bisa menyebabkan infeksi pada ginjal, abortus, hingga kematian.

Pengetahuan tentang penyakit leptospirosis inilah yang terus digencarkan pada masyarakat. Sivitas akademika tiga program studi Fakultas Vokasi 51动漫 mengadakan penyuluhan sekaligus pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan penyakit leptospirosis.

Pengabdian masyarakat oleh ketiga prodi D-4 Radiologi, D-3 Pengobat Tradisional, dan D-3 Kesehatan Ternak digelar di wilayah Rukun Warga V, Kecamatan Gubeng, Jumat (28/7). Kegiatan tersebut dihadiri oleh sekitar 120 warga setempat.

Koordinator Prodi D-4 Radiologi dokter spesialis dan konsultan radiologi Lailatul Muqmiroh mengatakan, warga yang tinggal di wilayah Kertajaya ini memiliki risiko tinggi terkena leptospirosis. Pasalnya, mereka tinggal di sekitar aliran sungai dan pemukiman padat penduduk. Keadaan tersebut diperparah dengan datangnya banjir tahunan ketika hujan deras datang.

淲arga yang tinggal di sekitar tempat penampungan sampah dan genangan air punya risiko tinggi untuk terkena leptospirosis. Hampir setiap rumah di Surabaya pasti ada tikus. Sedangkan, leptospirosis paling banyak ditularkan melalui urine tikus. Belum lagi jika di sini banjir dan pemukiman di sini padat, tutur dokter Lailatul.

Ada banyak rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat kali ini. Masyarakat diajak mengikuti pra-tes dan pos-tes pengetahuan tentang leptospirosis, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan manusia, dan vaksinasi hewan peliharaan.

Dari aspek kesehatan ternak, warga bisa mengetahui secara umum tentang penyakit leptospirosis dari dokter hewan Miyayu Soneta, M.Vet. Dari sisi radiologi, masyarakat diajak mengenali gejala-gejala yang timbul pada manusia apabila leptospirosis mulai muncul. Sedangkan, dari sisi pengobat tradisional, peserta diajak untuk memperbaiki pola hidup melalui makanan.

淜ita lakukan screenning USG (ultrasonografi) karena paling banyak Leptospira menginfeksi ginjal dan saluran kemih. Screening kita lakukan kepada 25 orang, sedangkan vaksinasi untuk 20 ekor hewan peliharaan, terang dokter Lailatul.

Guna menjaga kesehatan ginjal, narasumber yang juga ahli gizi D-3 Battra Edith Frederica Puruhito, M.Sc., memberi sejumlah tips kepada warga.

淏ikin jus dengan campuran wortel, mentimun biar ada rasa segar. Kemudian agar rasanya manis, saya biasanya tidak menambah gula atau madu tetapi air kelapa. Kalau sudah diblender visualnya tidak terlalu pekat. Ini bisa jadi pilihan bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan ginjal, tutur Edith.

Dengan adanya program pengabdian masyarakat kali ini, masyarakat mengetahui risiko tinggi penyakit yang dapat menyerang mereka serta menjaga kesehatan tubuh.

Penulis: Defrina Sukma S

AKSES CEPAT