Penurunan fungsi kognitif akibat demensia bukan hanya berdampak pada ingatan dan emosi, tetapi juga sangat memengaruhi stabilitas fisik dan meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Dalam studi meta-analisis global yang melibatkan 35.449 peserta dari 21 penelitian internasional, ditemukan bahwa hampir separuh lansia dengan demensia mengalami insiden jatuh. Temuan ini menunjukkan bahwa masalah jatuh merupakan salah satu tantangan kesehatan utama yang sering kali tidak tertangani secara optimal, khususnya pada populasi lansia yang tinggal di panti wreda atau unit perawatan khusus demensia.
Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti internasional, termasuk Hidayat Arifin dari Fakultas Keperawatan 51动漫, menemukan bahwa prevalensi jatuh tertinggi terjadi di unit perawatan khusus demensia (53%) dibandingkan dengan panti wreda umum (42,6%). Angka kejadian (insidensi) tahunan rata-rata mencapai 3,61 kejadian per orang per tahun, bahkan bisa mencapai 7,5 kali per tahun di beberapa unit. Jatuh pada lansia bukan sekadar peristiwa fisik biasa攄ampaknya bisa berujung pada luka serius, cacat jangka panjang, hingga kematian.
Yang menarik, studi ini juga mengungkap bahwa perempuan dengan demensia memiliki prevalensi jatuh lebih tinggi (70%) dibandingkan laki-laki (30,6%). Selain jenis kelamin, faktor-faktor penyerta seperti delirium, gangguan penglihatan, dan artritis juga secara signifikan meningkatkan risiko jatuh. Sayangnya, faktor lain seperti usia, jenis institusi, atau jenis demensia tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Ini menunjukkan bahwa pendekatan pencegahan tidak bisa disamaratakan dan harus memperhatikan kondisi komorbid yang menyertai pasien.
Temuan ini menjadi peringatan bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, untuk lebih aktif melakukan asesmen risiko jatuh secara berkala dan menyediakan intervensi yang sesuai. Perubahan lingkungan seperti pencahayaan yang memadai, lantai yang tidak licin, dan pemasangan handrail bisa menjadi langkah awal yang berdampak besar. Melalui kebijakan perawatan yang lebih spesifik dan berbasis bukti, diharapkan kejadian jatuh pada lansia dengan demensia dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan keselamatan mereka di masa tua.
Penulis: Hidayat Arifin
Fakultas Keperawatan, 51动漫
Sumber:
Octary, T., Sung, C.-M., Chen, R., Chiang, K.-J., Lee, C.-K., Arifin, H., Banda, K.J. and Chou, K.-R. (2025), Global Prevalence, Incidence, and Factors Influencing Falls in Older Adults With Dementia: Implications for Nursing and Healthy Aging. J Nurs Sch. https://doi.org/10.1111/jnu.70012





