Laser akupunktur kini berkembang sebagai salah satu inovasi yang menarik perhatian dalam dunia kesehatan hewan, khususnya karena kemampuannya memberikan stimulasi terapeutik tanpa menimbulkan rasa sakit maupun luka. Teknologi ini bekerja dengan memanfaatkan sinar laser berdaya rendah untuk menstimulasi titik-titik akupunktur tertentu pada tubuh hewan. Berbeda dengan akupunktur jarum, metode ini memberikan efek biologis tanpa invasivitas sehingga lebih mudah diterapkan pada berbagai jenis ternak, termasuk kelinci pedaging. Di tengah tuntutan sektor peternakan modern yang mengarah pada teknologi aman, bebas residu, dan berkelanjutan, laser akupunktur menjadi salah satu metode yang dinilai berpotensi besar. Namun, hingga saat ini, bukti ilmiah mengenai keamanannya terhadap respon darah hewan ternak masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian yang membahas aspek ini secara komprehensif.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai keamanan laser akupunktur terhadap kondisi hematologi dan biokimia darah kelinci Hycole, yaitu salah satu ras kelinci pedaging yang umum digunakan dalam penelitian dan budidaya. Penelitian ini menggunakan 24 ekor kelinci jantan berumur 30 hari yang dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Kelompok pertama berfungsi sebagai kontrol atau plasebo dan hanya menerima stimulasi laser tanpa energi terapeutik. Kelompok kedua menerima paparan laser akupunktur pada titik akupunktur spesifik, yaitu Bladder 13, Bladder 15, dan Bladder 21, yang masing-masing berhubungan dengan sistem pernapasan, jantung, dan pencernaan. Sementara itu, kelompok ketiga diberikan stimulasi laser pada titik non- spesifik yang tidak termasuk dalam jaringan meridian menurut prinsip akupunktur. Seluruh perlakuan dilakukan selama enam minggu dengan frekuensi satu kali setiap tujuh hari.
Setelah periode perlakuan selesai, sampel darah diambil melalui vena aurikularis untuk dianalisis menggunakan parameter hematologi standar serta pengukuran kadar kolesterol total dan protein plasma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter darah yang diamati, termasuk eritrosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, dan diferensiasi leukosit, tetap berada dalam batas fisiologis normal. Tidak ditemukan adanya perubahan atau penyimpangan klinis yang signifikan antar kelompok perlakuan. Selain itu, kadar kolesterol total serta kadar protein plasma tidak menunjukkan perbedaan mencolok dan juga masih berada dalam kisaran normal sesuai literatur standar kesehatan kelinci. Konsistensi ini menandakan bahwa laser akupunktur tidak mengganggu metabolisme lipid maupun sintesis protein dalam tubuh kelinci.
Temuan tersebut mempertegas bahwa terapi laser akupunktur aman diberikan pada hewan sehat dan tidak memicu respons fisiologis yang berpotensi merugikan. Stabilitas hematologi mencerminkan bahwa fungsi organ, metabolisme, dan proses imunologis hewan tetap berjalan dengan baik selama pemberian terapi. Dalam konteks fisiologi hewan, kestabilan eritrosit dan hemoglobin mengindikasikan bahwa proses pengangkutan oksigen berlangsung optimal, sementara kestabilan leukosit menunjukkan tidak adanya respon inflamasi atau infeksi yang dipicu
oleh perlakuan. Selain itu, parameter kolesterol dan protein plasma yang tetap normal memastikan bahwa terapi ini tidak menimbulkan gangguan metabolik, baik pada proses pencernaan, regulasi energi, maupun kondisi homeostasis tubuh lainnya.
Dalam dunia peternakan modern, teknologi yang aman dan tidak menimbulkan efek samping fisiologis merupakan komponen penting sebelum dapat diadopsi secara luas, terutama jika dimaksudkan sebagai bagian dari manajemen kesehatan dan peningkatan produktivitas ternak. Laser akupunktur memiliki keunggulan karena bersifat non-invasif, mudah diterapkan, tidak membutuhkan obat-obatan tambahan, dan tidak meninggalkan residu kimia. Hal ini menjadi nilai tambah bagi peternak yang ingin meningkatkan kesejahteraan ternak mereka tanpa risiko kontaminasi atau efek samping jangka panjang. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah yang kuat bahwa teknologi ini dapat digunakan secara aman sebagai bagian dari manajemen kesehatan kelinci pedaging maupun hewan ternak lainnya.
Meskipun penelitian ini menunjukkan bahwa laser akupunktur tidak memengaruhi parameter hematologi kelinci sehat, potensi manfaat terapeutik laser akupunktur sangat mungkin muncul pada hewan dengan kondisi kesehatan tertentu. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi apakah laser akupunktur dapat memberikan efek signifikan pada hewan dengan gangguan pertumbuhan, masalah metabolik, atau kelainan sistem pencernaan. Pemahaman mengenai mekanisme perubahan fisiologis yang mungkin timbul pada kondisi patologis akan membantu memperluas pemanfaatan teknologi ini dalam setting klinis maupun produksi ternak.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa laser akupunktur aman digunakan pada kelinci Hycole tanpa menyebabkan perubahan hematologis maupun biokimia darah. Temuan ini membuka peluang luas bagi pemanfaatan laser akupunktur dalam mendukung sistem produksi ternak yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang bebas obat, mudah diterapkan, dan ramah lingkungan, teknologi ini sangat berpotensi untuk menjadi salah satu inovasi strategis dalam pengembangan kesehatan hewan pada masa mendatang.
Mudhita Zikkrullah Ritonga, Sri Hidanah, Widya Paramita Lokapirnasari. INSIGHTS INTO HEMATOLOGICAL AND BIOCHEMICAL RESPONSES IN RABBITS: A COMPARATIVE STUDY IN EVALUATING THE SAFETY AND EFFICACY OF LASER ACUPUNCTURE. June 2025, 19(2):56-60.
Jurnal dapat diakses pada link:





