51动漫

51动漫 Official Website

Webinar DPKKA Kupas Strategi Bisnis Fashion Lokal

Noorlaily Fitdiarini SE MBA, owner Annaqqu Boutique, sebagai narasumber webinar kewirausahan (foto; tangkapan layar penulis)
Noorlaily Fitdiarini SE MBA, owner Annaqqu Boutique, sebagai narasumber webinar kewirausahan (foto; tangkapan layar penulis)

UNAIR NEWS – Dalam upaya mendukung semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum, (DPKKA) 51动漫 (UNAIR) kembali menggelar webinar kewirausahaan bertajuk 淜etahanan Bisnis Fashion Lokal di Tengah Dinamika Tren dan Pasar. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (24/5/2025) dan peserta dari berbagai kalangan mengikuti acara ini.

Webinar menghadirkan narasumber, owner Annaqqu Boutique, Noorlaily Fitdiarini SE MBA, sekaligus dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB)  UNAIR. Ia membagikan pengalaman dan strategi membangun bisnis fashion lokal yang mampu bertahan di tengah pesatnya perubahan tren pasar.

“UMKM lainnya akhir-akhir ini sering mendengarkan keluhan mereka bahwa bisnis sepertinya sudah sedang dalam keadaan tidak baik baik saja. dengan topik ini kita dapat semangat menjalankan bisnis,” ungkapnya. 

Perjalanan dan Strategi

Noorlaily juga menceritakan strateginya dalam menjalankan. Dalam bisnisnya, Annaqqu Boutique ini awalnya hanya berfokus pada pakaian anak-anak, lalu beralih ke busana dewasa karena seiring dengan perkembangan waktunya. 

“Kalau fast fashion itu yang cepat sekali berubah, yang menyebabkan banyak baju yang sekali dua kali pakai. Sedangkan slow fashion dapat dipakai dalam waktu yang lama seperti baju kebaya, batik, dan lainnya,”jelas Noorlaily. 

Ia juga menekankan pentingnya pemasaran digital sebagai strategi utama. “Dari pemasaran online ini produk saya mulai dikenal di beberapa negara seperti arab saudi malaysia dan singapura”, tuturnya.

Tantangan dan Ketahanan UMKM

Lebih lanjut, Noorlaily mengungkapkan bahwa terdapat berbagai tantangan UMKM fashion lokal, seperti perubahan tren yang cepat, persaingan harga dengan produk impor, keterbatasan sumber daya, hingga kesenjangan digitalisasi. 淜alau harga impor murah, saya menggunakan pasar yang menengah ke atas. Tergantung siapa yang menjadi target kita, jelasnya.

Menurutnya, dari tantangan tersebut perlu adnya ketahanan UMKM dalam kemampuan bertahan dan beradaptasi terhadap perubahan pasar dan tren. Konsep ketahanan ini meliputi inovasi produk, strategi pemasaran, dan manajemen risiko. Selain itu, kepekaan terhadap penurunan bisnis dan kemampuan menemukan solusi cepat menjadi faktor penting dalam keberlangsungan usaha.“Memang dari tahun 99 sampai sekarang itu pasti ada jatuh bangunnya, ada masa sepi, tapi harus dijalani dengan konsisten dan pasti ada hasilnya,” tambahnya.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa agar bisnis dapat bertahan, pelaku usaha perlu memahami dengan jelas nilai unik dari produknya masing-masing. Memiliki strategi penjualan yang sesuai dan mampu mengidentifikasi keunggulan produk menjadi kunci penting untuk menghadapi persaingan yang semakin komplek.

Penulis : Adinda Octavia Setiowati

Editor : Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT