UNAIR NEWS : 淏agi saya, prestasi paling menonjol selama studi adalah dapat menyelesaikan praktik kerja profesi psikologi di Puskesmas dengan baik. Begitulah yang diucapkan Fusha Maulida Rahma, wisudawan terbaik S-2 Fakultas Psikologi 51动漫 periode Juli 2017.
Setelah merampungkan studi dan melewati beragam tahap, Fusha ditetapkan sebagai wisudawan terbaik dengan perolehan IPK 3,72. Baginya, perjuangan paling berkesan adalah saat dirinya melaksanakan praktik psikologi profesi sebagai konselor selama enam bulan di Puskesmas Keputih, Surabaya dan UPTD Liponsos Kampung Anak Negeri Surabaya.
淧ada saat menempuh praktik di Puskesmas, saya harus berhadapan dengan orang yang tidak percaya pada fungsi dan kemampuan psikolog maupun calon psikolog, kata perempuan kelahiran Blitar, 30 Juni 1991. Namun, setelah dilakukan pendekatan, masyarakat kemudian menyadari pentingnya peran seorang psikolog maupun calon psikolog dalam kesehatan fisik maupun mental.
Praktik psikologi profesi bagi Fusha tidak hanya sekedar memberikan solusi semata, tetapi harus melakukan analisis serta peka terhadap permasalahan yang muncul. Secara tidak langsung, psikolog maupun calon psikolog memegang peran penting pada masa depan anak maupun orang dewasa yang memiliki masalah.
淛ika intervensi yang diberikan memberikan pengaruh yang buruk, maka pengaruh itu akan berdampak pada kehidupan anak atau orang dewasa itu selanjutnya, imbuh alumnus MAN 3 Malang ini.
Kepada UNAIR NEWS, Fusha membagi tips dalam menjalani studi S-2 Psikologi. Ia mengakui bahwa studi S-2 sangat berbeda dengan studi S-1.
淵ang paling penting ya menjaga motivasi agar tetap stabil. Pada jenjang S-2, kemandirian mahasiswa lebih terasah. Dosen tidak akan memberikan materi secara detil, jadi mahasiswa dituntut mengasah pengetahuannya sendiri. Jika mahasiswa tak mampu menjaga motivasi, maka akan tertinggal dengan teman lain dan kesulitan dalam menyelesaikan studi yang ditempuh, ujar Fusha mengakhiri. (*)
Penulis : Binti Q. Masruroh
Editor : Defrina Sukma S.





