UNAIRNEWS 51动漫 (UNAIR) kembali menunjukkan komitmennya sebagai universitas bertaraf internasional. Komitmen itu UNAIR tunjukan dengan memperkuat jejaring global melalui Workshop Pengembangan Kerjasama Industri 2024 yang diadakan oleh Airlangga Global Engagement. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Community Development Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih M Si secara simbolis membuka kegiatan yang terlaksana di Gedung Kahuripan, Kampus MERR-C UNAIR pada Selasa (24/11/2024).
Dalam sambutannya, Prof. Ni Nyoman menekankan pentingnya membangun kolaborasi antara universitas dan industri, terutama menghadapi tantangan ekonomi global. “Kolaborasi ini memberikan manfaat strategis, baik bagi institusi akademik maupun industri dalam mempercepat inovasi dan transfer pengetahuan,” ungkap Prof Nyoman.
Workshop kerjasama industri ini menghadirkan beberapa perusahaan ternama yang menjadi motor utama pengembangan industri global. Beberapa perusahaan itu adalah dan dari Taiwan, serta dan dari Jepang. Para peserta yang hadir berasal dari enam fakultas, yaitu FST, FK, FKM, FEB, FTMM, dan VOKASI.
Kolaborasi Bersama Industri Global
Perwakilan Y Titi Kharisma menyampaikan gagasannya mengenai integrasi teknologi digital dalam sektor transportasi laut. Ia juga mengenalkan efisiensi transportasi logistik dan rantai pasok global akan meningkat apabila kolaborasi antara universitas dan industri ini berlanjut. 淜ami percaya kolaborasi dengan UNAIR dapat mengakselerasi adopsi teknologi baru, seperti otomatisasi dalam logistik secara real-time, yang sangat krusial dalam meningkatkan efisiensi global, ujarnya.
Dalam menyoroti perkembangan teknologi dan informasi, Shardad Hung mewakili bahwa kerjasama dengan UNAIR sangat penting untuk menyelaraskan ekosistem teknologi informasi dan pendidikan. Salah satunya mengimplementasikan teknologi kesehatan, seperti catatan medis ke dalam basis data rumah sakit. 淎genda ini membuka peluang baru bagi seluruh pihak yang ingin mengembangkan teknologi informasi, imbuhnya.
Selain teknologi informasi dan transportasi, perusahaan dan juga mendukung kolaborasi melalui inovasi energi ramah lingkungan dan pengelolaan air limbah industri. Dampak aktivitas ini lebih serius menyoroti pengelolaan limbah guna mendukung operasional industri yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Acara berlanjut ke sesi Forum Group Discussion (FGD). Peserta terbagi ke dalam beberapa grup. FGD tersebut membahas perumusan rencana tindak lanjut kerjasama antara enam Fakultas dengan Industri dari Jepang dan Taiwan ini. Beberapa rencana kerjasama mencakup penerimaan magang, riset kolaboratif, dan transfer teknologi. Pihak-pihak yang terlibat optimis bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas riset akademik, tetapi juga menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
Penulis: Sintya Alfafa
Editor: Edwin Fatahuddin





