51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Wujudkan Desa Zero Waste, BBK 7 Latih Warga Sidokumpul Ubah Limbah Rumah Tangga Jadi Kompos

Tampak antusiasme ibu-ibu warga Desa Sidokumpul saat mempraktikkan penyusunan limbah organik dapur ke dalam media galon komposter (Foto: Tim Dokumentasi BBK 7 UNAIR)

UNAIR NEWS “ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51¶¯Âþ (UNAIR) kembali menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan lingkungan di Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah. Melalui program bertajuk “Desa Zero Waste”, mahasiswa mengajak ibu-ibu rumah tangga dari RT 1 hingga RT 5 untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos bernilai guna, Jumat (30/1/2026).

Program ini lahir dari kepedulian terhadap tingginya volume sampah dapur”seperti sisa sayur dan kulit buah”yang selama ini hanya berakhir di tempat pembuangan tanpa pengolahan. Mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR memperkenalkan metode pengomposan sederhana namun efektif menggunakan media galon bekas dan bioaktivator EM4 (Effective Microorganisms 4).

“Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah organik itu bukan sekadar limbah yang menjijikkan, tetapi bahan baku ‘emas hijau’ yang bermanfaat bagi kesuburan tanah,” ujar Saskia Aura Salsabila Penanggung Jawab Program Desa Zero Waste.

Antusiasme tinggi terlihat saat puluhan ibu-ibu mempraktikkan langsung tahapan pengomposan. Mulai dari mencacah sampah sisa dapur, memasukkannya ke dalam galon yang telah dimodifikasi, hingga menyiramkan larutan EM4 untuk mempercepat proses penguraian. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim mahasiswa juga membagikan paket EM4 dan galon komposter kepada setiap perwakilan RT agar praktik ini dapat diteruskan secara mandiri di rumah.

Inisiatif pengolahan sampah ini selaras dengan dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-6, yakni Clean Water and Sanitation (Air Bersih dan Sanitasi Layak). Dengan mengolah sampah organik di sumbernya (rumah tangga), potensi pencemaran air tanah akibat rembesan air lindi sampah dapat dicegah. Selain itu, hal ini mengurangi kebiasaan membuang sampah ke saluran air yang dapat menyumbat sanitasi desa.

“Harapannya, warga Desa Sidokumpul tidak hanya mandiri dalam mengelola sampah, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang sanitasinya terjaga demi kesehatan keluarga,” pungkas Nabila Sepya Haliza. (*)

Penulis: BBK 7

AKSES CEPAT