51动漫

51动漫 Official Website

Wujudkan KKN BBK Berbasis SDGs, LPMB UNAIR Selenggarakan ToT DPL

Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) menggelar Training of Trainers (ToT) bagi Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN BBK pada Jumat (26/9/2025) di Aula Garuda Mukti, Gedung Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR. (Foto: Humas UNAIR).
Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) menggelar Training of Trainers (ToT) bagi Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKN BBK pada Jumat (26/9/2025) di Aula Garuda Mukti, Gedung Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR. (Foto: Humas UNAIR).

UNAIR NEWS – 51动漫 (UNAIR) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan () menggelar Training of Trainers (ToT) bagi Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Kuliah Kerja Nyata揃elajar Bersama Komunitas (KKN BBK). Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (26/9/2025) di Aula Garuda Mukti, Gedung Kantor Manajemen, Kampus MERR-C. Acara dihadiri 260 DPL berbagai fakultas. Agenda ToT ini akan berlanjut hingga Sabtu (27/9/2025) dengan berbagai materi pengantar KKN BBK.

Penyelenggaraan ToT menjadi langkah strategis UNAIR untuk menyamakan visi pengabdian masyarakat sekaligus meningkatkan kapasitas DPL KKN BBK. Melalui pelatihan ini, DPL dibekali pemahaman baru agar mampu mengarahkan mahasiswa dalam setiap program KKN yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).

Berdampak dan Berkelanjutan

Prof Hery Purnobasuki MSi PhD sebagai Ketua LPMB turut menyampaikan sambutannya. Ia menekankan pentingnya ToT ini sebagai ajang penyegaran bagi para DPL KKN BBK. 

淢udah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat. ToT menjadi ajang refreshing kembali bagi DPL BBK karena ada banyak perubahan di tingkat universitas, termasuk di Lembaga Pengabdian Masyarakat. Harapannya, kegiatan-kegiatan yang terkait dengan pengabdian masyarakat termasuk BBK benar-benar berkelanjutan dan yang paling penting adalah berdampak, ujarnya.

Prof Hery Purnobasuki MSi PhD, Ketua LPMB, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Training of Trainers (ToT) DPL BBK SDGs (Foto: Humas UNAIR).
Tak Sekadar Gugurkan Kewajiban

Prof Hery kembali mengingatkan bahwa peran DPL sangat penting. Yang mana tidak sekadar mendampingi mahasiswa untuk menggugurkan kewajiban, tetapi memastikan setiap program KKN dapat berkontribusi nyata di masyarakat serta selaras dengan program-program SDGs. 

淒alam mengawal mahasiswa BBK nanti, Bapak/Ibu bisa saja melakukan pengmas mandiri di masing-masing desa tadi, kan, masyarakatnya sudah ada. Kalau mahasiswa punya program, Bapak/Ibu juga harus bisa mengarahkan supaya nantinya juga bisa bermanfaat misalnya jadi narasumber kegiatan, ucapnya. 

Lebih lanjut, Prof Hery menegaskan DPL perlu membiasakan adanya penyertaan keunggulan program berdasarkan tema-tema SDGs. 淪ekarang semua mengarah pada dampak. Banyak hal yang dapat Bapak/Ibu lakukan di sana. Apa yang bisa dieksplorasi di BBK bisa jadi desa binaan untuk disampaikan ke prodinya. InsyaAllah banyak yang Bapak/Ibu hasilkan. Ini juga akan menambah kinerja universitas terkait dampak dan kelanjutannya, tambahnya.

Ciptakan Best Practice

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development, Prof M Miftahussurur dr MKes SpPD-KGEH PhD, menekankan bahwa ToT DPL ini merupakan momentum perubahan pola pikir dalam pengelolaan KKN.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development, Prof M Miftahussurur dr MKes SpPD-KGEH PhD, saat memberikan sambutan kegiatan (Foto: Humas UNAIR).

淗ari ini kita ingin membangun pemahaman yang sama terkait strategi BBK. Ke depan, skema BBK nasional dan internasional harus menjadi gerakan bersama dengan dampak yang sejalan. Dengan SDGs, parameternya lebih jelas karena temanya sudah tersedia, terangnya.

Sebagai penutup, Prof Miftah menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak. 淢ari kita wujudkan BBK SDGs sebagai wahana transformatif menuju keberlanjutan. Semoga ToT ini memperkuat kapasitas kita sekaligus menjadi pijakan dalam menciptakan best practice yang berdaya guna bagi masyarakat, pungkas Prof Miftah.

Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT