UNAIR NEWS – Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 4 Praktik Kuliah Lapangan (PKL) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 51动漫 (UNAIR) sukses menggelar kegiatan penanaman pohon tabebuya di SDN 2 Ronowijayan, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo pada Selasa (27/1/2026). Kegiatan bertajuk Hijau Bersama Bintang Sehat tersebut menjadi langkah berkelanjutan dari program Bintang Sehat yang telah berlangsung sebelumnya.
Penanggung jawab kegiatan, Nur Amiriliyana, mengatakan bahwa program Bintang Sehat menghasilkan kader yang berperan sebagai penggerak kesehatan di lingkungan sekolah. “Penanaman pohon tabebuya ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk implementasi dari program Bintang Sehat. Melalui program ini, siswa dilibatkan secara langsung dalam kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan lingkungan sekolah, tidak hanya melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui kegiatan nyata,” ujarnya.
Teknis Penanaman Pohon
Penanaman pohon tabebuya melibatkan seluruh siswa dan guru SDN 2 Ronowijayan. Kelompok 4 PKL membentuk siswa menjadi dua kelompok besar. Masing-masing kelompok membawa bibit pohon tabebuya yang akan ditanam di sisi kanan dan kiri area sekolah.
“Setiap siswa terlibat aktif dengan diberikan kesempatan secara bergantian untuk menanam pohon. Setelah proses penanaman selesai, siswa diarahkan untuk menyiram pohon dengan sedikit air,” tutur Nur Amiriliyana.
Lebih lanjut, Nur Amiriliyana mengatakan bahwa pemilihan penanaman pohon tabebuya di lingkungan SDN 2 Ronowijayan memiliki alasan tersendiri. Selain arahan langsung dari pihak sekolah, pohon tabebuya dinilai memiliki daun yang rimbun sehingga cocok menjadi tanaman peneduh dari teriknya sinar matahari.
“Selain memberikan keteduhan, tabebuya juga memiliki bunga yang menarik sehingga dapat memperindah lingkungan sekolah dan menciptakan suasana yang lebih menyenangkan bagi siswa. Perawatannya juga relatif mudah, sehingga bisa dilakukan oleh siswa/i nantinya,” tambahnya.
Atasi Hambatan
Kelompok 4 PKL sempat mengalami kesulitan dalam menjaga ketertiban siswa. Beberapa siswa cenderung bersikap tidak acuh, mudah terdistraksi, dan mengabaikan arahan. “Siswa mudah kehilangan fokus saat kegiatan penanaman pohon berlangsung. Saat kegiatan di luar kelas, perhatian anak sering teralihkan oleh teman yang mengajak bermain, suara di lingkungan sekitar, hewan kecil, atau benda lain yang dianggap lebih menarik dibandingkan aktivitas menanam pohon,” paparnya.
Meski demikian, Kelompok 4 PKL, kader Bintang Sehat, dan guru SDN 2 Ronowijoyo saling bekerja sama agar kegiatan berlangsung dengan baik. Seluruh pihak berharap kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang hijau, teduh, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
“Kegiatan Hijau Bersama Bintang Sehat diharapkan membentuk kebiasaan dan karakter peduli lingkungan yang berkelanjutan serta mendukung kesehatan dan kenyamanan seluruh warga sekolah,” pungkas Nur Amiriliyana.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Khefti Al Mawalia





