51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

8-Hydroxydeoxyguanosine Urin dengan Total Nitric Oxide Serum pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis

Foto by Hello Sehat

Penyakit Ginjal Kronis (PGK) adalah penyakit dengan diagnosis klinis berupa penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) yang progresif. Penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang menjadi beban dunia. Secara global, pada tahun 2017 terdapat 697,5 juta kasus PGK di dunia. Berdasarkan data WHO, pada tahun 2015, terdapat 1,2 juta jiwa meninggal karena gagal ginjal, meningkat 32% sejak tahun 2005. Lalu, pada tahun 2010, diperkirakan 2,3 “ 7,7 juta orang dengan penyakit ginjal tahap akhir meninggal tanpa akses ke dialisis kronis. Selain itu, setiap tahun, sekitar 1,7 juta orang diperkirakan meninggal karena cedera ginjal akut. Secara keseluruhan, data WHO 2018 menunjukkan bahwa diperkirakan 5-10 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit ginjal termasuk PGK.

Stres oksidatif disebut sebagai kunci utama penyebab terjadinya PGK. Stres oksidatif adalah keadaan saat terjadi ketidakseimbangan jumlah oksidan dan anti-oksidan. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan oksidan termasuk ROS (Reactive Oxygen Species) dan RNS (Reactive Nitrogen Species). Beberapa marker stres oksidatif yaitu 8-Hydroxydeoxyguanosine (8-OHdG) dan Nitric Oxide (NO). Kadar 8-OHdG pada pasien PGK berdasarkan beberapa penlitian ditemukan meningkat diakibatkan oleh terjadinya kerusakan DNA yang diinduksi oleh ROS maupun RNS. Berdasarkan beberapa penelitian, diketahui bahwa total NO dapat menurun dikarenakan lebih banyak NO yang membentuk peroksinitrit dengan superoksida, sehingga bioavailibilitasnya menurun. Ada pula yang menyebutkan bahwa NO juga ditemukan meningkat dikarenkan peningkat enzim iNOS yang dipicu oleh inflamasi dan produksi sitokin yang terjadi pada PGK. Jalur stres oksidatif yang mempengaruhi progresifitas PGK perlu diteliti lebih lanjut untuk mengetahui terapi spesifik yang dapat menghambat progresifitas PGK menjadi Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) atau biasa disebut dengan End Stage Renal Disease (ESRD). Penelitian ini berbeda dan baru karena berfokus kepada jalur stres oksidatif melalui pengaruhnya terhadap NO dari spesimen serum serta DNA yang diekspresikan melalui 8-OHdG dari spesime urin, sehingga variabel yang dihitung diambil dari spesimen yang berbeda dan dianalisis korelasi keduanya.

Sebuah studi cross-sectional dilakukan pada 20 pasien hemodialisis dan 49 pasien non-hemodialisis di Rumah Sakit 51¶¯Âþ, Rumah Sakit Royal, dan Rumah Sakit Premiere di Surabaya, Indonesia, dan dilakukan pada bulan April 2017 “ Juli 2017. Kriteria inklusi peserta adalah pasien PGK berusia di atas 21 tahun yang menjalani pengobatan rutin lebih dari tiga bulan di tiga rumah sakit (kelompok non hemodialisis); pasien berusia di atas 21 tahun dengan PGK menjalani hemodialisis kronis selama lebih dari tiga bulan di rumah sakit ini (kelompok hemodialisis). Pengambilan data dilakukan melalui pengambilan sampel darah dan urin. Serum darah diukur untuk NO, dan pengambilan sampel urin untuk 8-OHdG. Uji bivariat Pearson dilakukan untuk menilai korelasi antar variabel menggunakan SPSS versi 26.

Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa tidak didapatkan korelasi yang signifikan antara 8-OHdG dan NO pada pasien CKD. Meskipun 8-OHdG dikenal luas sebagai biomarker stres oksidatif DNA, perannya dalam perkembangan CKD adalah faktor yang mempengaruhi nilai tersebut, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.

Penulis: Putri Aliya Ahadini, Mochammad Thaha, Arifa Mustika

Judul Jurnal: 8-Hydroxydeoxyguanosine Urine and Total Nitric Oxide Serum in Chronic Kidney Disease

Link Jurnal: https://e-journal.unair.ac.id/FMI/article/view/31814/21522

AKSES CEPAT