51动漫

51动漫 Official Website

Abses Peritonsil Bilateral dengan Komplikasi Sumbatan Jalan Napas Atas

Foto by Alodokter

Abses peritonsil adalah penumpukan pus di antara kapsula fibrosa tonsil dan muskulus konstriktor faring. Abses peritonsil terjadi pada kurang lebih 45 000 kasus per tahun di Amerika Serikat dan Puerto Rico. Didapatkan 724 kasus abses peritonsil selama 11 tahun di Jepang dan 28 kasus selama 4 tahun di Bali. Abses peritonsil merupakan penyebab mortalitas hingga 226 kematian di Inggris pada tahun 1875 sebelum ditemukannya antibiotik.

Abses peritonsil unilateral merupakan komplikasi dari tonsilitis akut yang sering dijumpai sebaliknya abses peritonsil bilateral merupakan komplikasi yang jarang. Insiden abses peritonsil bilateral belum diketahui namun diperkirakan 4,9% dari seluruh kasus abses peritonsil. Prevalensi abses peritonsil diperkirakan 1,9 hingga 24% dari kasus tonsilektomi karena ditemukan pula abses pada sisi kontralateral. Usia penderita abses peritonsil memiliki rentang antara 10 hingga 40 tahun, dengan rerata usia 27 hingga 28 tahun. Abses peritonsil sebagian besar ditemukan pada laki-laki dewasa muda dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 2:1.

Organisme aerob yang sering dijumpai adalah Streptococcus pyogenes, Streptococcus milleri, Haemophilus influenza, dan Streptococcus viridans. Sedangkan organisme anaerob yang sering dijumpai adalah Fusobacterium sp dan Bacteroides sp. Organisme lain yang lebih jarang ditemukan adalah Staphylococcus aureus dan Candida albicans.

Gejala klasik abses peritonsil berupa nyeri tenggorok, sulit menelan, nyeri menelan, trismus, hipersalivasi, demam lebih dari 38 掳C dan pembengkakan arkus anterior palatina unilateral disertai deviasi uvula. Penegakan diagnosis melalui pungsi daerah abses yang paling bomban dengan pemeriksaan CT-scan untuk mengetahui penyebaran penyakit. Tatalaksana yang cepat diperlukan karena abses peritonsil dapat meluas ke ruang parafaring hingga mediastinum yang dapat menyebabkan sepsis serta udim laring.                     

Penulis: Rizka Fathoni Perdana, Elsa Rosalina

Jurnal:

AKSES CEPAT