Fenomena resistensi antijamur terhadap Candida albicans semakin meningkat, resistensi antijamur menyebabkan mortalitas, morbiditas, dan biaya pelayanan kesehatan masyarakat yang meningkat. Sekitar 7% aliran darah pada pasien infeksi di rumah sakit resisten terhadap antijamur, hal tersebut dapat berdampak pada mulut, kulit, dan vagina. Sampel pada penelitian ini contohnya pasien dengan HIV dengan salah satu dampak candida albicans di mulutnya. Tantangan lain dari resistensi antijamur adalah kerusakan hati, hipersensitivitas, dan reaksi alergi dan rentang terapi yang sempit untuk kategori ini. Diagnosis yang tepat penting untuk menghentikan penyakit kronis serius atau kebutaan dan kematian karena penyakit jamur telah membunuh lebih dari 1,5 juta dan lebih dari miliar orang. Fenomena ini sekarang secara resmi diakui dengan masuknya kedua patogen ke dalam daftar ancaman resistensi antimikroba mendesak (AMR) yang diterbitkan oleh CDC AS pada tahun 2019.
Kurkumin merupakan salah satu molekul yang sudah menjanjikan sejak dahulu kala. Beberapa studi menyebutkan adanya sinergitas antara kurkumin dan antifungi golongan azole. Studi lain juga menyebutkan bahwa kurkumin memodulasi ekspresi dari protein resisten candida albicans, dimana resistensi candida albicans disebabkan oleh meningkatnya eliminasi obat di saat ekspresi pompa. Selain itu factor epigenetic mempengarahi ekspresi protein drug efflux transporter seperti Cdr1p. Faktor epigenetic berupa asetilasi histon atau metilasi DNA. Kurkumin (Flavinoid) dirasa dapat mempengaruhi factor epigenetic. Melalui penelitian ini peneliti membuktikan bahwa kurkumin dapat menurunkan resistensi antifungi dengan cara metilasi CDR dan ekspresi Cdr1p. Kurkumin ini juga memiliki peran untuk membantu kematian sel melalui reactive oxygen species (ROS) yang menginduksi apoptosis, mengganggu komponen membrane ergosterol, dan kerja kurkumin pada dinding candida albicans yang menyebabkan gangguan pada hifa dan filamen.
Pada penelitian ini pemberian fluconazole dengan konsentrasi tinggi dapat membantu untuk menurunkan angka pertumbuhan candida albicans. Akan tetapi lebih signifikan lagi jika pemberian fluconazole dikombinasikan dengan kurkumin(6.25 mg/ml fluconazole + 12.5 mg/ml curcumin). Pemberian fluconazole dan juga kurkumin pada penelitian ini menurunkan MBC (Minimum Bactericidal Concentration) dan MIC (Minimum Inhibition Concentration). Selain itu kombinasi ini mengurangi expresi Cdr1p dan menyebabkan methylase gen CDR1 (merubah DNA segmen tanpa merubah sequencenya) yang akan merubah menjadi sitosin dan menghasilkan thymine, dari sinilah CDR1 tidak atif lalu menghasilkan drug efflux transporter protein yang berperan pada resistensi. Kesimpulan kombinasi ini sangat berperan dalam mengatasi masalah resistensi obat antijamur.
Penulis: Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R.
Jurnal:





